TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Salah satu pejabat yang dilantik pria berumur 50 tahun adalah Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Jabatan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merupakan nomenklatur baru dalam struktur pemerintahan. Posisi tersebut bertugas mengoordinasikan kebijakan pemerintah di bidang hilirisasi dan transisi energi. Penunjukan ini melanjutkan kiprah Bahlil di sektor energi.
Sebelumnya, Bahlil menjabat sebagai Menteri ESDM setelah dilantik Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024, menggantikan Arifin Tasrif. Kementerian ESDM mencatat Bahlil sebagai Menteri ESDM ke-22. Ia menjalankan jabatan tersebut sejak 19 Agustus 2024 hingga pelantikan pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Sebelum masuk ke sektor energi, Bahlil memiliki pengalaman di bidang investasi. Ia dilantik sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 23 Oktober 2019.
Ketika BKPM berubah nomenklatur menjadi Kementerian Investasi, Bahlil kemudian dilantik sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM pada 28 April 2021. Jabatan tersebut diembannya hingga 19 Agustus 2024. Salah satu kebijakan yang dijalankan pada masa kepemimpinannya di BKPM adalah penerapan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA). Sistem tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Cipta Kerja dalam penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko.
Di bidang politik, Bahlil bergabung dengan Partai Golkar dan terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2024-2029 melalui Musyawarah Nasional XI Partai Golkar pada Agustus 2024. Dokumen kepengurusan DPP Partai Golkar periode tersebut juga mencantumkan Bahlil sebagai ketua umum.
Status Bahlil sebagai Ketua Umum Partai Golkar masih tercatat pada 2026. Kementerian Komunikasi dan Digital pada Juli 2026 juga mengklarifikasi informasi yang menyebut Bahlil mundur dari Partai Golkar sebagai hoaks dan menyatakan Bahlil masih menjabat sebagai ketua umum.
Dengan pengalaman di dunia usaha, organisasi pengusaha, investasi, energi, dan politik, Bahlil kini mendapat mandat baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri ESDM.










