TVRINews, Jakarta
Bahlil Lahadalia resmi dilantik Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Bahlil mengatakan rangkap jabatan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia akan menjalankan tugas baik sebagai Menteri ESDM maupun Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
"Hari ini Alhamdulillah kami melakukan pelantikan, dilantik oleh Bapak Presiden. Khususnya saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM," kata Bahlil, Kamis, 1 Oktober 2026.
"Saya tahu ini adalah amanah, tanggung jawab negara yang saya harus emban, dan saya akan melaksanakan tugas dengan baik," ujar Bahlil menambahkan.
Bahlil mengatakan pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi berkaitan dengan agenda pemerintah dalam Asta Cita, khususnya mengenai hilirisasi dan transisi energi.
Menurutnya, tugas tersebut perlu dikonsolidasikan melalui kementerian koordinator untuk mempercepat pelaksanaan program pemerintah.
"Kita tahu bahwa Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi. Dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan," ucap Bahlil.
Untuk sementara, Bahlil mengatakan aktivitas kerjanya tetap berpusat di Kementerian ESDM. Ia menyebut sektor ESDM memiliki porsi besar dalam investasi yang berkaitan dengan hilirisasi.
"Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat perkembangan. Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100 persen, 90 persennya itu ada di sektor ESDM," tutur Bahlil.
Bahlil juga menjelaskan posisi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi berbeda dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Baginya, kementerian yang dipimpin sebagai kementerian teknis berada dalam koordinasi kementerian koordinator.
"Kalau Menko kan Kemenko aja, menteri koordinator. Sementara Menteri Investasi dan Hilirisasi kan dia menteri teknis. Jadi kementeriannya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi itu di dalam koordinasi Kemenko," ujar Bahlil.
Bahlil menyebut rangkap jabatan sebagai Menteri ESDM sekaligus menteri koordinator merupakan penugasan baru yang diberikan kepadanya.
"Ini baru pertama kali saya ditugaskan sebagai Menteri ESDM merangkap Menko," kata Bahlil.
Terkait berapa lama dirinya akan merangkap kedua jabatan tersebut, Bahlil memilih tidak berspekulasi. Ia mengatakan akan menjalankan tugas sesuai kewenangan yang diberikan Presiden Prabowo melalui Keputusan Presiden (Keppres).
"Saya tidak boleh menjawab melampaui batas kewenangan. Saya hanya menjalankan sesuai dengan apa yang diperintahkan dalam Keppres Bapak Presiden," ucap Bahlil.
Menurutnya, kewenangan terkait ketatanegaraan merupakan hak Presiden yang kemudian dilimpahkan kepada para pembantunya.
"Sebagai pembantu presiden yang baik, akan taat, tunduk pada apa yang diperintahkan dan apa yang ada di dalam keppres tersebut," tutur Bahlil.










