TVRINews, Makassar
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuka peluang bagi mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) untuk terjun ke sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan produktif.
Kementerian Pertanian siap memberikan dukungan berupa pengolahan lahan dan pendanaan untuk sejumlah komoditas strategis, di antaranya kakao, mete, dan jagung.
Hal tersebut disampaikan Mentan Amran seusai menghadiri Taaruf dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Muhammadiyah Makassar.
Menurut Amran, program tersebut dapat dikolaborasikan dengan perguruan tinggi. Kampus yang memiliki akses terhadap lahan produktif dapat berkoordinasi dengan jajaran Kementan untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi sumber usaha bagi generasi muda.
“Kalau ada lahan kami siapkan. Yang kami anggarkan sekarang ada kakao, mete, jagung, itu gratis pengolahan tanahnya, tunjuk aja tanahnya kami siapkan pendanaannya,” ujar Mentan Amran.
Ia meminta Rektor Unismuh segera berkomunikasi dengan jajaran direktorat jenderal dan badan di lingkungan Kementan untuk menindaklanjuti potensi lahan yang dapat dikembangkan.
“Pak Rektor nanti komunikasi dengan Pak Dirjen dan Pak Kepala Badan yang saya bawa. Boleh. Kita ini harus kolaborasi. Kita ini harus produktif,” lanjutnya.
Amran menilai sektor pertanian memiliki peluang besar bagi generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi. Menurutnya, ketersediaan lahan dan beragam komoditas memungkinkan anak muda menciptakan lapangan penghasilan tanpa harus bergantung pada pekerjaan formal.
“Jadi sebenarnya tidak ada kata menganggur. Negara kita ini besar yang penting mau kerja. Persoalannya kalau pilih-pilih kerja,” ucapnya.
Ia mencontohkan komoditas kopi dan kakao yang memiliki prospek ekonomi apabila dikelola secara optimal. Bahkan, pendapatan dari pertanian pada skala tertentu dinilai dapat melebihi penghasilan dari pekerjaan formal.
“Bertani itu kalau kita tanam 2-3 hektare atau 5 hektare apalagi kopi, kakao, itu penghasilannya di atas pegawai negeri yang baru diterima. Bahkan kemarin ada yang ikut pertanian modern itu pendapatannya Rp20 juta, di atas gaji menteri,” jelasnya.
Amran mengajak mahasiswa dan generasi muda memandang pertanian sebagai sektor strategis, bukan sekadar pilihan terakhir dalam mencari pekerjaan. Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan hortikultura memiliki ruang usaha yang luas.
“Jadi kalau ada orang mengatakan ‘saya menganggur’ itu tidak masuk akal bagi kami karena kami juga pernah alami, kami kerja dari desa, sektor pertanian, peternakan, perkebunan, hortikultura sangat luas,” tambahnya.
Perhatian terhadap Mahasiswa Yatim dan Penghafal Al-Qur’an
Selain membahas peluang generasi muda di sektor pertanian, kunjungan Mentan Amran ke Unismuh juga menjadi bagian dari perhatian terhadap pembangunan karakter mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Amran memberikan bantuan kepada sejumlah mahasiswa baru yang merupakan penghafal Al-Qur’an dan yatim piatu. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang tetap berjuang menempuh pendidikan meski memiliki keterbatasan dukungan keluarga.
“Itu anak kita yang lagi berjuang. Tapi dia adalah yatim piatu, tidak ada bapak, tidak ada ibu. Bahkan ada yang numpang. Alhamdulillah tadi kami memberikan beasiswa Rp10 juta satu orang yang tadi betul-betul tidak punya orang tua, kemudian anak-anakku yang lain Rp5 juta,” ucapnya.
Amran menegaskan, pembangunan generasi muda harus mencakup pembentukan karakter selain kemampuan akademik. Nilai kejujuran, kepedulian terhadap sesama, karakter yang kuat, dan sikap antikorupsi perlu ditanamkan sejak dini.
“Ini harus kita dorong. Kenapa? Moral karakter harus dibangun dari masa muda, dari masa kecil, dari mahasiswa harus kita bangun. Harus bermental jujur, harus berkarakter kuat, harus peduli pada sesama, antikorupsi, jangan mengambil kalau bukan hakmu,” tegasnya.
Amran berharap sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda dapat menciptakan lebih banyak anak muda produktif. Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur dan peningkatan peran generasi muda di sektor pertanian dapat turut memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kesimpulannya kalau kita tidak mau menganggur, bangunkan lahan tidur, bangunkan pemuda tidur, Indonesia menjadi superpower,” tuturnya.










