TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyalurkan bantuan revitalisasi tahap pertama bagi sekolah yang rusak akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Saryadi, mengatakan bantuan tahap pertama diberikan kepada 187 satuan pendidikan dengan total nilai Rp50 miliar.
“Bantuan revitalisasi tahap pertama bagi sekolah rusak yang terdampak bencana mulai disalurkan kepada 187 satuan pendidikan dengan total nilai bantuan sebanyak Rp50 miliar,” kata Saryadi dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Bantuan tersebut terdiri atas 140 PAUD senilai Rp500 juta per satuan pendidikan, lima SLB dengan total Rp6,45 miliar, dua PKBM dan satu SKB senilai Rp1 miliar, serta 39 SMA senilai Rp42,2 miliar.
Sementara itu, bantuan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA masih dalam proses verifikasi dan validasi. Pemerintah akan menghitung kebutuhan berdasarkan kondisi kerusakan masing-masing sekolah.
Saryadi mengatakan, Kemendikdasmen juga akan mendampingi proses pemulihan pendidikan dari masa tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.
“Ke depan kementerian pendidikan dasar dan menengah akan terus mendampingi proses transisi darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi permanen,” tandasnya.
Selain revitalisasi, Kemendikdasmen telah menyalurkan 100 tenda kelas darurat senilai Rp5,5 miliar untuk mendukung keberlangsungan pembelajaran di wilayah terdampak.
Data Kemendikdasmen hingga 10 September 2026 mencatat 2.447 satuan pendidikan terdampak gempa, dengan 287.864 peserta didik serta 32.585 guru dan tenaga kependidikan terdampak langsung. Sebanyak 730 satuan pendidikan mengalami kerusakan berat.
Kemendikdasmen memastikan proses pemulihan dilakukan berdasarkan hasil asesmen teknis dan kondisi terkini di lapangan, dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik dan pendidik.










