TVRINews, Jakarta
Delegasi Pusat Pertukaran Antar Masyarakat Internasional Tiongkok di bawah Kementerian Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) bersama 20 lembaga pendidikan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 21–24 Juni 2026. Kunjungan ini membahas penguatan kerja sama pendidikan, budaya, serta pengembangan pendidikan teknik dan kejuruan antara Indonesia dan Tiongkok.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan konferensi pers serta peresmian kunjungan delegasi pada Senin, 22 Juni 2026 di Universitas Borobudur, Jakarta. Dalam agenda tersebut, wartawan mendapat kesempatan melakukan wawancara dan mengajukan pertanyaan kepada delegasi.
Delegasi terdiri atas Direktur Jenderal, Wakil Direktur Divisi Proyek Utama, Manajer Proyek Divisi Proyek Utama, serta 41 perwakilan dari berbagai institusi pendidikan Tiongkok.
Nicy Bai, Chairman ITEA, menjelaskan tujuan kunjungan tersebut. “Tujuan kunjungan ini adalah untuk meningkatkan saling pengertian dan kepercayaan antara Tiongkok dan Indonesia di bidang pendidikan teknik dan kejuruan, memperluas saluran kerja sama, memperkaya substansi kerja sama, dan memberikan vitalitas baru bagi pengembangan pertukaran antar masyarakat dan budaya antara kedua negara,” sebut Nicy Bai dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin, 22 Juni 2026.
Pada hari pertama agenda, delegasi meninjau Universitas Borobudur untuk melihat potensi kampus di bidang ilmu pengetahuan dan teknik serta capaian integrasi industri, akademik, dan riset. Kegiatan juga diisi pertukaran pengalaman antara perwakilan lembaga pendidikan Indonesia dan Tiongkok terkait pengembangan pusat pelatihan praktis serta peningkatan kompetensi tenaga pengajar.
Sejumlah agenda kerja sama pendidikan turut dibahas, termasuk pengakuan bersama program studi dan transfer kredit, pelatihan bersama untuk talenta terapan, serta pembentukan wadah kerja sama internasional.
“Para pejabat akan membahas kerja sama dalam pengakuan bersama program studi dan transfer kredit, memajukan implementasi program pelatihan bersama untuk talenta terapan, dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai pembentukan Asosiasi Pendidikan Transnasional Internasional Persahabatan (ITEA)" ujar Benjamin Leong selaku Deputy Managing Director ITEA
Pada 23 Juni 2026, delegasi dijadwalkan melakukan pertemuan di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Pertemuan tersebut membahas arah kerja sama pendidikan yang lebih konkret dan berkelanjutan antara Indonesia dan Tiongkok.
Agenda meliputi pemaparan proyek Institut Persahabatan, laporan perkembangan kerja sama pendidikan kedua negara, serta seminar tematik mengenai implementasi program kerja sama pendidikan. Pembahasan juga mencakup mekanisme kerja sama jangka menengah dan panjang, penentuan prioritas program, serta koordinasi tindak lanjut.
Pada hari yang sama, Kamar Dagang Indonesia-Tiongkok memaparkan perkembangan perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Indonesia, kebutuhan sumber daya manusia, serta tantangan ketenagakerjaan lokal di Tamara Center.
Kegiatan tersebut bertujuan membangun sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha untuk pengembangan pendidikan kolaboratif, pelatihan keterampilan vokasi, serta peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Setelah seluruh agenda di Indonesia selesai, delegasi dijadwalkan melanjutkan kunjungan resmi ke Mesir pada 24 Juni 2026.










