
Foto: Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi (TVRINews/Nirmala Hanifah)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Polda Metro Jaya mengerahkan total 2.818 personel untuk mengamankan pelaksanaan Sidang ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) dan rangkaian kegiatan terkait yang berlangsung di Jakarta pada 12–15 Mei 2025.
Fokus utama pengamanan berada di Gedung DPR/MPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, serta sejumlah hotel tempat menginapnya para delegasi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Ade Ary Syam Indradi menyampaikan bahwa pengamanan ini bertujuan untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan internasional tersebut.
“Sebanyak 2.818 personel diturunkan, terdiri dari 346 personel BKO dan 2.217 personel Satgasda dari berbagai fungsi di Polda Metro Jaya,” ujar Ade Ary dalam keterangan yang diterima oleh tvrinews.com, Rabu, 14 Mei 2025.
Baca Juga: Kunjungan Resmi ke Brunei, Presiden Prabowo Awali Langkah Diplomasi Regional
Konferensi PUIC ke-19 dihadiri oleh delegasi parlemen dari 37 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Kegiatan ini menjadi forum penting dalam memperkuat diplomasi antarparlemen dan sinergi kebijakan di antara negara-negara Islam.
Sebagai tuan rumah, Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama antarnegara Islam melalui diplomasi parlemen.
Sidang kali ini merupakan yang kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan PUIC ke-7 di Palembang pada 2012.
Dalam upaya menjaga ketertiban dan kelancaran selama kegiatan berlangsung, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif serta tidak mudah terprovokasi isu yang menyesatkan.
Menghindari kawasan Gedung DPR/MPR RI dan hotel-hotel tempat kegiatan berlangsung pada 14 Mei 2025 guna mengurangi kemacetan, menyampaikan aspirasi di muka umum secara damai, sesuai aturan yang berlaku, dan tidak mengganggu jalannya kegiatan kenegaraan, serta menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat demi menjaga citra baik Indonesia di mata dunia.
“Pengamanan ini bukan hanya sekedar menjaga lokasi kegiatan, tetapi juga menjadi representasi wajah Indonesia di hadapan dunia internasional,” tutur Ade Ary.
Sidang PUIC ke-19 akan membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan solidaritas antarparlemen negara-negara Islam serta isu-isu global yang berdampak pada umat Muslim di berbagai belahan dunia.
Editor: Redaktur TVRINews
