TVRINews, Jakarta
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi meresmikan kembali Gedung Pancasila, setelah melalui restorasi intensif selama 10 bulan terakhir.
Retno mengatakan Gedung Pancasila menjadi saksi bisu sejarah Indonesia, khususnya pada masa perjuangan kemerdekaan, serta sejarah diplomasi nasional setelahnya.
“Ini adalah wajah baru Gedung Pancasila. Gedung ini telah menjadi saksi bagi sejarah bangsa dan perjalanan diplomasi Indonesia,” kata Retno, Senin, 19 Agustus 2024.
Di Gedung ini, untuk pertama kalinya Pancasila dicetuskan sebagai dasar negara kita. Sejarah dan arti penting Gedung ini akan kita lanjutkan," ucap Retno.
Restorasi Gedung Pancasila dilakukan mulai September tahun lalu. Hal ini merupakan restorasi pertama kalinya setelah hampir setengah abad sebelumnya di renovasi pada tahun 1973-1975. Restorasi kali ini mengembalikan bangunan cagar budaya tersebut ke desain tahun 1945.
Proses restorasi Gedung tidak mudah, harus melibatkan Tim Cagar Budaya dan ahli-ahli lainnya. Diperlukan komitmen, dedikasi penuh dan ketelitian karena prosesnya sangat detail.
“Gedung Pancasila akan terus menjadi tonggak penting bagi perjalanan diplomasi Indonesia, dan pengambilan keputusan penting kebijakan luar negeri Indonesia,” ujar Retno.
Retno menyampaikan bahwa dalam 10 tahun terakhir Indonesia berupaya menjadi bridge builder dan trusted partner dalam berbagai masalah regional dan global. Dari isu Palestina, Afghanistan, Myanmar, hingga isu Ukraina. Dari isu bencana alam hingga isu kejahatan lintas batas.
“Ke depannya, komitmen Indonesia akan tetap sama yakni menjaga perdamaian dan kemakmuran, sesuai mandat UUD 1945," tutur Retno.










