TVRINews, Surakarta
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono meresmikan integrasi layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RS KEI), Surakarta, Rabu, 13 Mei 2026. Dengan integrasi ini, layanan kesehatan jantung berstandar internasional di RS KEI kini dapat diakses oleh seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dalam sambutan yang disampaikan secara daring, Dante menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat sistem kesehatan nasional, khususnya dalam penanganan penyakit katastropik seperti penyakit jantung.
Ia menggambarkan rumah sakit sebagai organ vital, sementara BPJS Kesehatan diibaratkan sebagai aliran darah yang memastikan sistem layanan kesehatan tetap berjalan optimal.
“Tanpa skema pembiayaan yang kuat, teknologi medis secanggih apa pun hanya akan menjadi statis,” ujar Dante dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Mei 2026.
Berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia dengan lebih dari 600 ribu kasus setiap tahun, atau sekitar satu dari tiga kematian.
Sejak mulai beroperasi pada November 2025, RS KEI telah melayani 1.053 pasien dan meraih Akreditasi Paripurna. Rumah sakit ini dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti cathlab, hybrid operating theater, CT scan, hingga MRI untuk menangani tindakan medis kompleks, termasuk penggantian katup jantung.
“Hari ini, layanan berteknologi tinggi tidak lagi menjadi kemewahan, tetapi hak yang dapat diakses seluruh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan, menilai RS KEI memiliki peran strategis dalam mempercepat penanganan pasien penyakit jantung.
“Dalam kasus jantung, setiap detik sangat menentukan. Konsep golden period harus menjadi standar dalam layanan kesehatan,”ungkap Abdi.
Ia juga menekankan empat fokus penguatan layanan, yakni peningkatan mutu layanan, digitalisasi sistem yang terintegrasi, penguatan jejaring rujukan, serta pelayanan yang humanis. Menurutnya, pembiayaan layanan jantung merupakan investasi jangka panjang bagi produktivitas nasional.
RS KEI sendiri merupakan rumah sakit yang dibangun melalui hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui Zayed Humanitarian Legacy Initiative. Rumah sakit berkapasitas 100 tempat tidur itu diresmikan pada 19 November 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Saat ini, Kementerian Kesehatan menugaskan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sebagai rumah sakit pendamping untuk memastikan mutu layanan tetap terjaga. RS KEI juga diproyeksikan menjadi pusat rujukan layanan jantung untuk wilayah Jawa Tengah, DIY, dan sekitarnya.
Pemerintah berharap integrasi layanan JKN di RS KEI dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jantung berkualitas serta menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di Indonesia.










