TVRINews – Labuan Bajo
Menteri PPPA Salurkan Bantuan Spesifik bagi Korban Bencana Flores
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyalurkan sekitar 30 ton logistik kemanusiaan guna menyasar kelompok rentan di tujuh kabupaten wilayah Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk memenuhi perlindungan dasar serta pemulihan psikososial korban terdampak musibah alam.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyatakan bahwa pasokan logistik tersebut merupakan hasil sinergi erat bersama jejaring mitra pembangunan lintas sektor. Penyaluran ini dirancang spesifik untuk menjawab kebutuhan mendesak di lapangan yang kerap luput dari perhatian umum pada fase darurat.
"Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kolaborasi berbagai pihak dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Mudah-mudahan ini menjadi sebuah kolaborasi yang baik dari seluruh komponen masyarakat di Indonesia," ujar Menteri PPPA melalui keterangan resmi yang diterima di Labuan Bajo selasa 25 Agustus 2026.
Komposisi barang yang dikirimkan mencakup kebutuhan esensial harian, mulai dari produk nutrisi anak hingga perlengkapan kebersihan diri perempuan. Pendekatan berbasis gender ini dinilai krusial mengingat kelompok ibu dan anak memegang porsi kebutuhan biologis yang berbeda selama masa pengungsian.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa paket bantuan tersebut meliputi produk susu, popok bayi, serta pembalut higienis guna menjaga kesehatan reproduksi warga di lokasi pengungsian. Kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta lanjut usia memerlukan atensi khusus agar ketahanan fisik dan mental mereka tetap terjaga di tengah situasi krisis.
Pemerintah Daerah Manggarai Barat menyambut baik uluran tangan tersebut. Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Gabriel Bagung, menyampaikan apresiasi mendalam mewakili warga setempat atas dukungan moril dan materil yang dihadirkan langsung ke wilayahnya.
"Atas nama seluruh masyarakat Manggarai Barat, kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari Ibu Menteri yang kami terima pada hari ini," ungkap Gabriel dalam kesempatan penyerahan bantuan.
Rangkaian misi kemanusiaan di Labuan Bajo ini turut melibatkan unsur pemerhati anak, lembaga swadaya masyarakat, asosiasi pengusaha, serta sejumlah organisasi perempuan nasional. Keterlibatan multipihak tersebut mencerminkan pola penanganan darurat yang inklusif, dengan menitikberatkan pemulihan komprehensif bagi masa depan anak-anak di daerah terdampak.










