TVRINews, Tangerang
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyalurkan bantuan logistik kesehatan dan mendirikan layanan darurat untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah paparan asap kebakaran.
Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan bergerak cepat memberikan dukungan penanganan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten.
Sebagai bagian dari respons tanggap darurat, Kemenkes memobilisasi berbagai logistik kesehatan dan sarana penunjang pelayanan medis untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang terdampak asap kebakaran.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat.
“Dukungan logistik kesehatan ini kami distribusikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan akibat paparan asap kebakaran,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, dikutip, Senin, 6 Juli 2026.
Bantuan yang disalurkan meliputi 15 unit oksigen konsentrator, enam unit oksimeter, tiga unit air purifier, 11.500 masker bedah medis, serta 5.000 pasang sarung tangan nonsteril (handscoon). Selain itu, Kemenkes juga mengirimkan sarana penanganan darurat berupa satu unit tenda rumah sakit lapangan berukuran 4 x 6 meter, satu unit tenda berukuran 6 x 8 meter, serta 10 unit tempat tidur lipat (veltbed) untuk mendukung pelayanan kesehatan di lapangan.
Agus menjelaskan, dua unit tenda kesehatan yang disiapkan merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan apabila kondisi darurat meluas.
“Kami menyiapkan dua unit tenda kesehatan. Satu tenda sudah difungsikan di lokasi terdampak untuk pelayanan masyarakat, sedangkan satu tenda lainnya masih kami standby-kan di Puskesmas Rajeg agar sewaktu-waktu dapat segera dimobilisasi apabila ada titik terdampak baru,” jelasnya.
Pendirian tenda layanan kesehatan dilakukan berdasarkan hasil survei lapangan dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Puskesmas Rajeg, Puskesmas Mauk, serta Puskesmas Sukadiri. Keputusan tersebut mempertimbangkan kondisi asap yang masih pekat, tingginya jumlah warga terdampak, serta jarak lokasi kebakaran yang relatif jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain mendirikan tenda kesehatan, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan pemangku kepentingan terkait juga mengoperasikan pos kesehatan selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran tetap mendapatkan pelayanan medis setiap saat.
Kementerian Kesehatan menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat agar seluruh kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kebakaran dapat terpenuhi secara optimal hingga masa tanggap darurat berakhir.










