TVRINews – Makkah
Pemerintah Tekankan Nilai Haji untuk Kontribusi Sosial
Proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus bergulir. Hingga Sabtu 20 Juni 2026, tercatat 62 persen jemaah telah berhasil kembali ke Tanah Air. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menekankan agar para jemaah menjadikan kepulangan ini sebagai momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar ritual tahunan, melainkan proses transformasi diri. Menurutnya, esensi kemabruran yang mencakup aspek kesabaran, kedisiplinan, dan kepedulian harus termanifestasi dalam tindakan nyata sekembalinya jemaah ke kampung halaman.
"Perjalanan haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai. Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat," ujar Maria di Makkah, dikuitp Mingu 21 Juni 2026.
Pihak otoritas haji juga memberikan apresiasi tinggi terhadap tingkat kepatuhan jemaah, khususnya terkait regulasi keselamatan penerbangan. Maria menyoroti pentingnya kepatuhan jemaah dalam mematuhi aturan barang bawaan, terutama terkait larangan membawa air zamzam di dalam bagasi tercatat maupun tas kabin, guna menjaga aspek keamanan selama perjalanan udara.
"Kepatuhan jemaah bukan hanya memudahkan proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing," tambah Maria.
Data statistik resmi menunjukkan pergerakan yang signifikan. Hingga hari ini, total 129.025 orang, yang terdiri dari 127.709 jemaah dan 1.316 petugas, telah tiba di Indonesia. Pemulangan tersebut terbagi melalui dua pintu utama:
Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah. Selain itu, tercatat sebanyak 15.802 jemaah haji khusus juga telah menyelesaikan rangkaian ibadah dan kembali ke Tanah Air.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tenaga kesehatan hingga elemen pendukung lainnya, atas dedikasi dalam memastikan kelancaran operasional pemulangan. Dukungan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pun mendapatkan catatan khusus atas kolaborasi yang terbangun selama penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M.
"Dari Tanah Suci, jemaah tidak hanya membawa pulang kerinduan kepada keluarga, tetapi juga semangat kemabruran. Semoga kepulangan ini menjadi awal untuk menebarkan kebaikan dan membangun peradaban yang lebih baik," pungkas Maria.










