TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh masyarakat memperkuat kebiasaan memilah sampah dari sumbernya sebagai langkah menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan ibu kota. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Siaga Pilah Sampah bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu, 21 Juni 2026.
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta itu menjadi momentum bagi Pemprov DKI untuk memperluas gerakan pemilahan sampah hingga tingkat masyarakat.
Pramono menyebut, persoalan sampah menjadi salah satu tantangan besar bagi Jakarta. Setiap hari, ibu kota menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah, sementara kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang terus mendekati batas maksimal.
"Jakarta saat ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Karena itu, pola lama angkut dan buang harus mulai kita ubah menjadi pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya," ujar Pramono dalam keterangannya, Minggu, 21 Juni 2026.
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta telah memperkuat langkah tersebut melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Kebijakan itu mendorong masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, lingkungan permukiman, hingga kawasan aktivitas ekonomi.
"Gerakan pilah sampah harus menjadi budaya warga Jakarta. Sampah organik dan anorganik harus dikelola dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle agar memiliki nilai manfaat," katanya.
Pramono juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat di berbagai wilayah yang telah menjalankan inovasi pengelolaan sampah. Sejumlah lingkungan RT dan RW dinilai berhasil mengembangkan program seperti budidaya maggot hingga pengolahan sampah menjadi pupuk.
"Banyak RT dan RW yang sudah bergerak lebih cepat dalam pengelolaan sampah. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat sudah tumbuh dan harus terus kita perluas," ungkapnya.
Ia berharap, menjelang Jakarta memasuki usia 500 tahun, budaya memilah sampah dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seluruh warga untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan memberikan apresiasi terhadap langkah Pemprov DKI Jakarta dalam mempercepat penanganan sampah berbasis masyarakat.
"Masalah sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri. Semua pihak harus terlibat. Pemilahan sampah organik dan anorganik menjadi kunci agar sampah dapat diolah dan memberikan manfaat," ujar Zulkifli Hasan.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta turut memberikan penghargaan kepada RW terbaik di enam wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu yang berhasil menjalankan program pemilahan serta pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Penghargaan itu diharapkan menjadi pemicu bagi wilayah lain untuk memperkuat gerakan pilah sampah demi mewujudkan Jakarta yang bersih, layak huni, dan berkelanjutan.










