TVRINews, Jakarta
Pemerintah terus memacu pemerataan kualitas pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Langkah nyata ini ditunjukkan melalui integrasi program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Digitalisasi Pembelajaran yang kini mulai mengubah wajah pendidikan di Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, turun langsung ke lapangan untuk meninjau efektivitas program-program strategis tersebut di SMP Negeri 1 Sitolu Ori dan SMP Negeri 3 Sitolu Ori. Dalam kunjungannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa intervensi pemerintah tidak lagi hanya berfokus pada perbaikan fisik, melainkan menyentuh aspek kesehatan dan kesiapan digital siswa.
"Tadi kami melihat langsung bagaimana MBG sudah diterima oleh anak-anak. Mereka tampak lebih berenergi mengikuti pembelajaran di sekolah. Intervensi ini esensial untuk memastikan mereka siap menyerap materi dengan optimal," ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 21 Juni 2026.
Sentuhan Teknologi di Wilayah Terluar
Di SMP Negeri 1 Sitolu Ori yang menampung 154 murid, lompatan teknologi di bangku kelas kini bukan lagi angan-angan. Sekolah ini telah dilengkapi dengan akses internet berbasis satelit Starlink dan papan interaktif digital (Interactive Flat Panel/IFP). Selain digitalisasi, sarana fisik sekolah juga diperbaiki mencakup pembangunan laboratorium baru, perbaikan ruang administrasi, dan rehabilitasi tiga ruang kelas.
Antusiasme tinggi pun dirasakan langsung oleh para tenaga pendidik di garda terdepan. Kehadiran gizi yang terjamin terbukti linier dengan tingkat kehadiran dan fokus siswa di kelas.
"Anak-anak sangat senang dengan adanya MBG. Setiap datang ke sekolah mereka antusias. Yang kami lihat juga, anak-anak jadi lebih jarang sakit dan lebih semangat belajar," ungkap Miteria Gea, salah satu guru di SMP Negeri 1 Sitolu Ori.
Hal senada juga diutarakan oleh Intan Marshaulena, guru IPS di SMP Negeri 3 Sitolu Ori. Menurutnya, untuk anak-anak di wilayah 3T, asupan gizi seimbang dari pemerintah menjadi fondasi penting sebelum mereka memulai aktivitas belajar mengajar.
Komitmen Keberlanjutan Infrastruktur
Sementara itu, bagi SMP Negeri 3 Sitolu Ori yang memiliki 176 murid, kunjungan kerja ini sekaligus menjadi momentum groundbreaking revitalisasi sekolah untuk Tahun Anggaran 2026. Melalui proyek ini, sekolah akan menerima fasilitas ruang kelas baru, rehabilitasi ruang belajar, serta penataan lingkungan sekolah yang lebih representatif.
Bagi para siswa, perbaikan fasilitas ini menjadi pemantik harapan baru agar proses belajar-mengajar tidak lagi terkendala oleh rusaknya bangunan sekolah.
"Harapan kami sekolah ini bisa diperbaiki agar teman-teman dan adik-adik yang akan datang bisa belajar dengan lebih baik. Kondisi bangunan sebelumnya memang sempat menjadi tantangan tersendiri bagi kami saat belajar," tutur Jenny Anjelina Ziliwu, siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Sitolu Ori dengan penuh harap.
Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Mendikdasmen bersama Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu dan Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga turut meresmikan sekaligus mencanangkan keberlanjutan program penguatan infrastruktur ini.
Tercatat, sebanyak 33 satuan pendidikan di Nias Utara telah berhasil direvitalisasi sepanjang tahun 2025. Pemerintah memastikan komitmen ini terus berjalan secara estafet, di mana 21 satuan pendidikan lainnya telah ditetapkan sebagai penerima bantuan serupa melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) di tahun anggaran 2026.










