TVRINews, Jakarta
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero akan melayani Pelabuhan Donggala, Sulawesi Tengah, melalui kapal penumpang KM Dorolonda mulai 31 Oktober 2026. Pengoperasian kapal tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses transportasi laut bagi masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas antardaerah.
Direktur Usaha Angkutan Penumpang PELNI, Nuraini Dessy, mengatakan pelayanan KM Dorolonda di Pelabuhan Donggala merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung konektivitas laut dan mendekatkan akses perjalanan bagi masyarakat.
“Pemindahan lokasi sandar KM Dorolonda ke Pelabuhan Donggala merupakan bagian dari penugasan Kementerian Perhubungan sebagai upaya penyesuaian pelayanan PELNI untuk memperluas aksesibilitas transportasi laut bagi masyarakat,"ujar Dessy dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis resmi, Selasa, 20 Oktober 2026.
Dessy menjelaskan, KM Lambelu tetap melayani Pelabuhan Pantoloan. Dengan demikian, layanan transportasi laut di wilayah Sulawesi Tengah akan tetap berjalan melalui Pelabuhan Donggala dan Pelabuhan Pantoloan.
"Dalam pelaksanaannya, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pelayaran, kesiapan fasilitas pelabuhan, serta kelancaran proses naik dan turun penumpang,”jelasnya.
PELNI juga memperhatikan kesiapan operasional KM Dorolonda di Pelabuhan Donggala untuk memastikan pelayanan penumpang berjalan sesuai dengan standar keselamatan dan kualitas layanan perusahaan.
“Kami berharap dukungan seluruh pihak dapat memastikan pelayanan KM Dorolonda di Donggala berlangsung aman dan tertib. PELNI berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip safety first, zero accident dan service excellence, mulai dari proses keberangkatan hingga penumpang tiba di tujuan,” tambah Dessy.
KM Dorolonda merupakan kapal penumpang berkapasitas 2.000 orang yang melayani rute Surabaya–Balikpapan–Donggala–Bitung–Ternate–Sorong–Manokwari–Nabire–Serui–Jayapura pulang-pergi (PP).
Dessy mengimbau masyarakat yang akan menggunakan layanan KM Dorolonda agar merencanakan perjalanan dengan baik. Masyarakat juga diminta membeli tiket melalui kanal resmi PELNI dan memastikan data penumpang sesuai dengan identitas yang berlaku.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan kapal PELNI untuk membeli tiket hanya melalui kanal penjualan resmi dan memastikan data penumpang diisi lengkap, benar, serta sesuai dengan identitas yang berlaku. Hal ini penting untuk mendukung kelancaran proses keberangkatan dan memastikan kesesuaian data pada manifest kapal. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli tiket melalui pihak yang tidak resmi,”tuturnya.
Tiket kapal PELNI dapat dibeli melalui berbagai kanal resmi, antara lain aplikasi PELNI Mobile, situs web PELNI, Contact Center 162, loket cabang, serta sejumlah aplikasi dan layanan pembayaran digital yang bekerja sama dengan perusahaan. Pembelian juga tersedia melalui jaringan minimarket, agen perjalanan, dan mitra penjualan resmi lainnya.
Untuk pembayaran tiket, PELNI menyediakan berbagai metode, termasuk layanan virtual account, pembayaran melalui jaringan minimarket, serta layanan keuangan dan pembayaran digital yang telah bekerja sama dengan perusahaan.










