TVRINews, Jakarta
Besarnya potensi dan nilai ekonomi ekosistem startup di Indonesia saat ini menjadi momentum untuk meningkatkan kolaborasi saling menguntungkan dengan mitra-mitra di kawasan Eropa.
Untuk itu, diselenggarakannya Startup Talks: Igniting Indonesia-Europe Collaborative Opportunities guna menghadirkan platform untuk showcasing dan sharing experience antara startup Indonesia, khususnya di bidang smart technology dan inovasi teknologi dengan berbagai entitas strategis.
Beberapa startup Indonesia yang bergerak di bidang smart technology, antara lain yaitu: Imajin, Prieds, Automa dan Ravelware Technology ikut menampilkan showcase produk-produk rintisannya kepada para peserta yang mewakili stakeholders dari Eropa.
“Tingginya potensi ekonomi startup Indonesia akan memberikan kesempatan besar untuk mendorong pertumbuhan dan menciptakan peluang-peluang baru bagi ekonomi nasional di masa depan,” ucap I Nyoman Adhiarna, Sekretaris Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Selasa, 27 Februari 2024.
“Saat ini Indonesia memiliki 2 Decacorns, 13 Unicorns dan 2.591 startup dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05 persen,” lanjutnya.
Sementara itu, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai antara 4,7 hingga 5,5 persen pada tahun 2024, sehingga kondisi saat ini dinilai kondusif untuk memperluas peluang bagi startup lokal untuk menciptakan produk dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
Dengan menjembatani pemahaman lanskap dan ekosistem startup Indonesia dengan Eropa, kegiatan Startup Talks diharapkan dapat mendukung kemajuan ekosistem startup satu sama lain, baik dari kerangka regulasi dan strategi pengembangan ekosistem startup secara efektif.
Kolaborasi Indonesia dengan stakeholders startup asal Eropa yang memiliki keunggulan di bidang smart technology menjadi penting untuk dapat saling mengakses expertise dan resources yang berkelanjutan untuk keuntungan bersama.










