TVRINews, Surabaya
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mendorong percepatan program pembangunan perumahan di Jawa Timur melalui penguatan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.
Dorongan tersebut disampaikan dalam pertemuan strategis bersama para pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur, yang digelar di Surabaya.
Menteri PKP menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha untuk memastikan program perumahan berjalan tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan.
Menurutnya, Jawa Timur merupakan salah satu wilayah dengan kebutuhan hunian yang terus meningkat, sehingga diperlukan langkah konkret dan terukur guna mempercepat realisasi pembangunan perumahan.
"Pemerintah membuka ruang kolaborasi dan menampung seluas-luasnya masukan dari para pengembang untuk bersama-sama menjawab tantangan backlog perumahan," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 3 Mei 2026.
Selain itu, Menteri PKP juga mendorong para pengembang untuk terus berinovasi dalam menghadirkan hunian yang terjangkau, berkualitas, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga mutu pembangunan dan kepercayaan publik terhadap sektor properti.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam penyediaan rumah susun subsidi, khususnya di kawasan perkotaan, sebagai bagian dari upaya memperluas akses hunian bagi masyarakat.
Pertemuan ini turut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kemudahan perizinan, akses pembiayaan perumahan, hingga pengembangan kawasan hunian terpadu yang terintegrasi dengan infrastruktur dan transportasi.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan BP Tapera dan para pengembang guna memastikan regulasi yang mendukung percepatan pembangunan perumahan dapat berjalan optimal.
Para pengembang menyambut positif langkah pemerintah tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berperan aktif dalam mendukung target pembangunan perumahan nasional.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan dunia usaha, percepatan penyediaan hunian layak di Jawa Timur diharapkan dapat segera terwujud sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor properti.










