TVRINews, Banyumas
Menjelang masa pensiun, Siti Isbandiyah justru mengambil keputusan yang tak biasa. Di usianya yang ke-56 tahun, ia memantapkan langkah untuk mengabdi sebagai Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas, Jawa Tengah.
Keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Siti mengaku sempat ragu, mengingat sebelumnya ia telah berada di posisi strategis sebagai kepala sekolah di SMA favorit di Purwokerto. Namun panggilan hati untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem akhirnya menguatkan tekadnya.
"Awalnya saya tidak tertarik, karena sudah berada di posisi kepala sekolah SMA favorit. Tapi saya merasa ini adalah jalan pengabdian yang harus saya jalani," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman kementerian sosial, pada Minggu, 3 Mei 2026.
Siti memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan. Ia mengawali karier sebagai guru Biologi di SMAN 1 Purwokerto, lalu dipercaya memimpin sejumlah sekolah, di antaranya SMAN 1 Baturraden, SMAN 5 Purwokerto, hingga SMAN 2 Purwokerto.
Pada 2025, ia resmi bergabung dengan Sekolah Rakyat. Keputusan itu juga dilandasi nilai keagamaan yang ia yakini, khususnya terinspirasi dari Surah Al-Ma’un tentang pentingnya kepedulian terhadap kaum miskin.
"Saya mungkin tidak bisa memberi secara materi, tapi melalui pendidikan saya ingin memberikan sesuatu yang berarti bagi mereka," ucapnya.
Di Sekolah Rakyat, Siti menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Para siswa yang berasal dari kelompok ekonomi terbawah umumnya memiliki keterbatasan, baik dari segi motivasi belajar maupun dukungan keluarga.
Menurutnya, pendekatan yang lebih personal, sabar, dan terarah menjadi kunci dalam membimbing mereka.
"Anak-anak ini butuh perhatian lebih. Mereka perlu didampingi agar bisa menemukan harapan dan arah hidupnya," ungkapnya.
Perlahan namun pasti, perubahan mulai terlihat. Dalam waktu hampir dua semester, Siti menyaksikan para siswanya mulai berani bermimpi dan memiliki cita-cita.
"Sekarang mereka sudah mulai punya keinginan untuk maju dan berusaha meraih masa depan yang lebih baik," tuturnya.
Siti pun mengaku terharu dengan perkembangan tersebut. Baginya, keputusan untuk mengabdi di Sekolah Rakyat menjelang pensiun menjadi pengalaman berharga dalam hidupnya sebagai pendidik.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, karena dinilai memberikan kesempatan baru bagi anak-anak kurang mampu.
"Program ini memberi harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki akses pendidikan yang layak," imbuhnya.
Sebagai informasi, SRMP 13 Banyumas membina 50 siswa, terdiri dari 24 laki-laki dan 26 perempuan. Dalam kegiatan belajar mengajar, Siti didukung oleh 12 guru, 10 wali asuh, 4 wali asrama, serta tenaga kependidikan lainnya.










