TVRINews, Jakarta
PERURI sukses menyelenggarakan PERURI Digital Summit 2026 pada 21–22 Oktober 2026 di Taman Kota PERURI, Jakarta Selatan.
Mengusung tema “Building Technology of the Future”, forum strategis nasional ini mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku industri, akademisi, serta inovator untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong penguasaan teknologi masa depan dan mewujudkan kedaulatan digital Indonesia.
Selama dua hari penyelenggaraan, PERURI Digital Summit 2026 menghadirkan berbagai pembahasan mengenai tiga teknologi strategis, yakni Artificial Intelligence (AI), Post-Quantum Cryptography (PQC), dan teknologi chip semikonduktor.
Ketiga teknologi tersebut menjadi perhatian dalam upaya memperkuat kapabilitas teknologi nasional, meningkatkan keamanan digital, serta mendorong kemandirian Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.
Direktur Utama PERURI, Teguh Arief Indratmoko, menyampaikan bahwa transformasi PERURI dari perusahaan percetakan uang dan dokumen sekuriti menjadi perusahaan teknologi keamanan tinggi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjawab tantangan era digital.
Sejalan dengan perannya sebagai GovTech Indonesia, PERURI terus memperkuat kontribusinya dalam menghadirkan ekosistem kepercayaan digital yang aman, andal, dan berkelanjutan.
“Melalui mandat Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 sebagai GovTech Indonesia, PERURI hadir menjadi akselerator digitalisasi nasional guna mendukung transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terintegrasi, andal, dan berstandar keamanan tinggi,” ujar Teguh.
Pada hari pertama, Rabu, 21 Oktober 2026, PERURI Digital Summit 2026 menghadirkan sejumlah pemimpin dan pengambil kebijakan nasional sebagai pembicara utama, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN Hambra Samal.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan upaya dan dukungan dalam memperkuat ekosistem teknologi nasional serta mendorong terwujudnya kedaulatan digital Indonesia.
Dalam paparannya, Dudung Abdurachman menyoroti pentingnya penguatan keamanan siber sebagai fondasi ketahanan dan kedaulatan nasional di tengah percepatan transformasi digital. Ia turut menekankan perlunya pengembangan teknologi keamanan dalam negeri serta peran strategis PERURI dalam membangun ekosistem kepercayaan digital yang aman dan tangguh.
Sementara itu, Brian Yuliarto menegaskan bahwa penguasaan teknologi strategis seperti AI, keamanan siber pascakuantum, dan semikonduktor menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri perlu terus diperkuat melalui pengembangan riset, talenta, serta hilirisasi inovasi teknologi.
“Mari kita bangun masa depan teknologi Indonesia, bukan hanya agar bangsa kita mampu mengikuti perkembangan dunia, tetapi agar bangsa kita, bangsa Indonesia, juga ikut menciptakan masa depan,” ujar Brian.
Dari perspektif transformasi pemerintahan, Rini Widyantini menyoroti pentingnya pemanfaatan AI serta integrasi layanan digital pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang aman, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, Hambra Samal menekankan bahwa transformasi BUMN harus tetap berlandaskan kompetensi inti perusahaan sekaligus mampu menciptakan public value yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara.
Selain sesi keynote speech, rangkaian hari pertama juga diisi dengan diskusi panel yang membahas peluang, tantangan, dan kesiapan Indonesia dalam mengembangkan teknologi strategis. Berbagai inovasi turut diperkenalkan melalui Technology Showcase yang menampilkan solusi keamanan digital, identitas elektronik, hingga teknologi berbasis AI dari PERURI bersama para mitra strategis.
Memasuki hari kedua, Kamis, 22 Oktober 2026, pembahasan berlanjut melalui sesi masterclass bersama para pakar dan praktisi industri.
Sesi ini memberikan pendalaman mengenai penerapan AI di berbagai sektor, pengembangan teknologi chip sebagai fondasi kemandirian perangkat keras, serta PQC untuk mempersiapkan perlindungan data dalam menghadapi ancaman komputasi kuantum pada masa depan.
Selain menjadi forum diskusi strategis, PERURI Digital Summit 2026 juga menghadirkan langkah nyata dalam pengembangan talenta muda melalui PERURI Chip Hackathon 2026, kompetisi desain chip tingkat nasional yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kompetisi ini berhasil menjaring 98 tim pendaftar dengan total 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi. Melalui proses seleksi dan kurasi, lima tim terbaik terpilih untuk mengikuti bootcamp intensif yang berlangsung selama tiga hari, pada 18–20 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Rangkaian bootcamp diawali dengan pembukaan dan pembekalan bagi para finalis, sebelum memasuki tahap eksplorasi serta pengembangan desain chip.
Selama tiga hari, para peserta ditantang untuk menerjemahkan gagasan inovatif menjadi rancangan teknologi yang lebih matang melalui proses perancangan, pemecahan tantangan teknis, dan juga penyempurnaan desain.
Setelah melalui rangkaian bootcamp dan proses evaluasi, tiga tim terbaik berhasil melaju ke babak final pitching yang diselenggarakan pada hari kedua PERURI Digital Summit 2026, Kamis, 22 Oktober 2026.
Pada tahap puncak tersebut, para finalis mempresentasikan hasil pengembangan rancangan chip mereka di hadapan dewan juri, sekaligus menunjukkan potensi inovasi talenta muda Indonesia dalam mendukung pertumbuhan industri semikonduktor nasional.
Direktur Digital Business PERURI, Edwin Purwandesi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Chip Hackathon merupakan bagian dari upaya PERURI untuk membuka ruang pengembangan inovasi dan kapabilitas teknologi bagi generasi muda Indonesia.
“Inisiatif Chip Hackathon adalah bukti nyata antusiasme talenta muda kita terhadap deep-tech. Merekalah masa depan kedaulatan semikonduktor Indonesia. PERURI hadir tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur digital, tetapi juga sebagai inkubator bagi generasi penerus bangsa,” ujar Edwin.
Melalui PERURI Chip Hackathon 2026, PERURI tidak hanya menghadirkan ajang kompetisi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dalam proses pengembangan desain chip.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya talenta teknologi yang mampu berkontribusi terhadap penguatan ekosistem semikonduktor Indonesia.
Penyelenggaraan PERURI Digital Summit 2026 beserta rangkaian Chip Hackathon menegaskan bahwa upaya mewujudkan kedaulatan digital Indonesia membutuhkan langkah bersama, baik melalui penguatan kebijakan, pengembangan kapabilitas teknologi, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan talenta muda, PERURI terus mendorong terciptanya ekosistem teknologi nasional yang inovatif, aman, mandiri, dan berdaya saing global.
Sinergi ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi
perkembangan teknologi masa depan sekaligus mendukung terwujudnya kedaulatan digital Indonesia.
Informasi selengkapnya mengenai PERURI Digital Summit 2026 dapat diakses melalui https://summit.peruri.co.id/.










