TVRINews, Jakarta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta bersama Pemerintah Kota Bogor menutup perlintasan sebidang JPL Nomor 1 di Kilometer 54+416, Jalan MA Salmun, Kota Bogor. Penutupan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan sekaligus mendukung penataan akses transportasi di sekitar Stasiun Bogor.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan penutupan perlintasan tersebut merupakan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalur kereta api. Masyarakat kini diarahkan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.
“Penutupan perlintasan Jalan MA Salmun ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Kami meminta masyarakat tidak lagi melintasi jalur tersebut dan menggunakan akses alternatif sesuai pengaturan yang berlaku,” ujar Franoto, Senin, 26 Oktober 2026.
Seiring penutupan perlintasan, rekayasa lalu lintas diterapkan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Pengguna jalan diimbau memperhatikan rambu dan petunjuk petugas saat melintasi kawasan tersebut.
Sejumlah jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat meliputi:
1. Rute pertama: Jalan MA Salmun – Mayor Oking – Kapten Muslihat – Djuanda – Sudirman – Sawojajar – Dewi Sartika.
2. Rute kedua: Jalan Dewi Sartika – Pengadilan – Sudirman – RE Martadinata – Merdeka – MA Salmun.
3. Rute ketiga: Jalan Ciwaringin – MA Salmun.
Franoto memahami perubahan akses tersebut memerlukan penyesuaian dari masyarakat. Karena itu, KAI mengimbau pengguna jalan mengikuti rekayasa lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.
“Kami mengharapkan masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan dengan rute yang telah ditentukan. Kepatuhan terhadap pengaturan lalu lintas sangat penting agar mobilitas tetap tertib dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” katanya.
Penutupan perlintasan ini juga menjadi bagian dari koordinasi KAI dengan Pemerintah Kota Bogor dalam menata kawasan Stasiun Bogor. Ke depan, Pemkot Bogor merencanakan pembangunan jembatan penyeberangan bagi pejalan kaki dan sepeda motor untuk mendukung konektivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Menurut Franoto, kolaborasi dengan pemerintah daerah diperlukan agar peningkatan keselamatan perkeretaapian berjalan seiring dengan kebutuhan akses masyarakat.
“KAI terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung terciptanya kawasan stasiun yang lebih aman dan tertata. Kami juga mengajak masyarakat mendukung kebijakan ini dengan menggunakan akses yang telah ditetapkan,” jelasnya.
KAI Daop 1 Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait. Masyarakat diharapkan mematuhi penutupan perlintasan serta menggunakan jalur alternatif demi keselamatan bersama.










