TVRINews, Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyampaikan rencana pelaksanaan akad massal rumah subsidi yang dijadwalkan pada 17 Desember 2026 di Malang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dipersiapkan untuk dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Maruarar mengatakan, agenda tersebut telah dilaporkan kepada Presiden dalam pertemuan yang membahas sejumlah program Kementerian PKP. Dalam kegiatan akad massal tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 71 ribu rumah subsidi. Hal itu disampaikan Maruarar seusai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
"Dan kami juga sudah laporkan untuk yang tanggal 17 Desember di Malang siap untuk dihadiri Bapak Presiden," ujar Maruarar dalam konferensi pers, Senin, 26 Oktober 2026.
Kemudian ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan akad massal rumah subsidi yang sebelumnya telah digelar di sejumlah daerah.
Akad massal pertama dilaksanakan di Bogor dengan sekitar 26 ribu rumah. Kegiatan kedua digelar di Serang dengan sekitar 50 ribu rumah, sedangkan kegiatan ketiga berlangsung di Batang dengan 62 ribu rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Maruarar menyebut, program rumah subsidi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang terjangkau.
Selain mendorong penyediaan rumah bagi masyarakat, Kementerian PKP juga menjalankan program bedah rumah. Menurut Maruarar, pemerintah meningkatkan jumlah rumah yang menjadi sasaran program tersebut dari 45 ribu unit pada tahun lalu menjadi 400 ribu unit pada tahun ini.
Pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan UMKM melalui pemanfaatan produk lokal dalam pembangunan perumahan. Upaya tersebut diharapkan dapat menggerakkan perekonomian daerah sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk UMKM.










