TVRINews, Jakarta
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia hingga Selasa, 1 September 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan kondisi kualitas udara di sejumlah daerah terdampak karhutla berada pada kategori sedang hingga sangat tidak sehat dan berbahaya.
“Kondisi kualitas udara di beberapa wilayah masih berada pada kategori sedang hingga sangat tidak sehat dan berbahaya,”kata Berton dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 1 September 2026.
Di Kalimantan Barat, kualitas udara di sejumlah wilayah tercatat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Jarak pandang di beberapa lokasi juga dilaporkan kurang dari satu kilometer.
Sementara di Kalimantan Tengah, kualitas udara secara umum berada pada kategori sangat tidak sehat dengan jarak pandang sekitar dua kilometer. Kondisi tersebut turut menjadi kendala dalam pelaksanaan operasi pemadaman melalui udara.
BNPB terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla di wilayah terdampak. Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi untuk mengetahui kondisi terkini di wilayah masing-masing.









