TVRINews, Aceh Tengah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh. Langkah ini dilakukan agar kegiatan belajar-mengajar bagi siswa dan guru dapat segera kembali berjalan normal.
Salah satu sekolah yang menjadi perhatian adalah SD Negeri 10 Linge di Kabupaten Aceh Tengah. Sekolah tersebut mengalami kerusakan berat akibat banjir dan berdasarkan hasil kajian kelayakan serta mitigasi bencana, lokasi lama sekolah masuk dalam zona merah rawan banjir berulang.
Karena alasan keselamatan, pembangunan kembali sekolah tidak memungkinkan dilakukan di lokasi semula. Pemerintah pun merencanakan relokasi ke kawasan yang lebih aman. Namun proses tersebut masih terkendala ketersediaan lahan pengganti yang harus dipastikan aman dari bencana dan bebas dari persoalan hukum.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Salimsyah, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pencarian lahan relokasi agar pembangunan ruang kelas baru segera terealisasi.
“Saat ini proses pembangunan masih terkendala lahan relokasi sekolah. Namun kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk segera menemukan lokasi yang tepat sehingga pembangunan ruang kelas dapat segera dilaksanakan,” ujar Salimsyah dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen yang dinilai menunjukkan perhatian besar terhadap pemenuhan sarana pendidikan di daerah terdampak bencana.
“Kami berterima kasih atas komitmen Kemendikdasmen dalam membantu pemulihan fasilitas pendidikan di daerah. Harapan kami seluruh proses berjalan lancar sehingga siswa SDN 10 Linge dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala SDN 10 Linge, Nurdinsyah Muhammad Sedim, meminta dukungan dan kesabaran masyarakat selama proses relokasi berlangsung. Menurutnya, pemindahan sekolah perlu dilakukan secara matang agar siswa terhindar dari risiko bencana di masa mendatang.
“Kami berharap masyarakat terus mendukung proses relokasi dan pembangunan sekolah demi keamanan dan kenyamanan anak-anak saat belajar. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas perhatian yang diberikan kepada SD Negeri 10 Linge,” kata Nurdinsyah.
Pada masa tanggap darurat sebelumnya, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan pendidikan ke SDN 10 Linge berupa perlengkapan belajar siswa untuk mengganti peralatan sekolah yang rusak akibat banjir. Selain itu, pemerintah juga mendirikan tenda darurat guna menunjang sementara kegiatan belajar-mengajar.










