TVRINews, Manokwari
Kebahagiaan terpancar dari wajah para murid SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, setelah impian memiliki gedung sekolah sendiri akhirnya mulai terwujud. Selama hampir satu tahun terakhir, mereka harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di gedung SMP Negeri 27 Manokwari.
Harapan itu mulai menjadi kenyataan usai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari.
Sejak berdiri pada Juli 2025, para siswa SMA Negeri 4 Manokwari belajar pada siang hari mulai pukul 12.15 hingga 17.00 WIT karena belum memiliki bangunan sendiri. Kondisi tersebut membuat para murid harus berbagi fasilitas dengan sekolah lain.
Salah satu murid kelas 10, Maria Aura Angeli Tampani, mengaku sangat senang mendengar pembangunan sekolah akhirnya dimulai. Menurutnya, selama ini ada rasa tidak nyaman karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain.

(Murid kelas 10, Maria Aura Angeli Tampani (kanan) dan Filki Israel Kuai (kiri). (Foto: Kemendikdasmen))
“Senang sekali karena akhirnya kami akan punya gedung sendiri. Selama ini kami menumpang, jadi ada rasa malu juga,”kata Maria dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.
Hal senada disampaikan Filki Israel Kuai. Ia berharap kehadiran gedung baru bisa membuat SMA Negeri 4 Manokwari berkembang dan semakin dikenal masyarakat.
“Semoga SMA 4 bisa maju seperti sekolah-sekolah lain dan bisa bersaing,”ungkap Filki.
Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko, mengatakan kabar pembangunan sekolah disambut antusias oleh seluruh siswa. Ia menilai kehadiran gedung baru akan membuat proses belajar menjadi lebih nyaman dan efektif.
“Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini. Akhirnya mereka bisa segera belajar di sekolah sendiri,”ujar Iriandi.
Pembangunan USB SMA Negeri 4 Manokwari dilakukan melalui kerja sama pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan anggaran sebesar Rp8,1 miliar. Pembangunan ditargetkan selesai dalam enam bulan.
Selain menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, proyek pembangunan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sistem swakelola yang melibatkan tenaga kerja lokal dan penggunaan material dari toko bangunan setempat.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan pembangunan sekolah tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
“Pembangunan dilakukan dengan sistem swakelola agar masyarakat sekitar ikut terlibat dan ekonomi lokal ikut bergerak,”kata Mu’ti.
Dengan dimulainya pembangunan ini, para murid SMA Negeri 4 Manokwari kini memiliki harapan baru untuk belajar di lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan lebih memadai.










