TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah melantik sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan kementerian, Selasa, 8 September 2026. Pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco.
Dalam prosesi tersebut, Badri menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pelayanan publik, tata kelola yang baik, dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.
“Pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji hari ini bukan sekadar proses administratif. Di dalamnya terdapat amanah, kepercayaan, dan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui kerja yang nyata bagi institusi, negara, dan masyarakat,” kata Badri.
Adapun pimpinan PTN yang dilantik meliputi I Dewa Made Cipta Santosa sebagai Direktur Politeknik Negeri Bali periode 2026–2030, Johanis A. Jermias sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang periode 2026–2030, dan Ismet Ruchimat sebagai Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Bandung periode 2026–2030. Kemdiktisaintek juga melantik sejumlah pejabat fungsional lainnya.
Badri mengatakan dunia pendidikan tinggi tengah menghadapi tantangan besar akibat percepatan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang mengubah pola belajar, bekerja, hingga pengambilan kebijakan. Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab dengan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berintegritas.
Ia menilai pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja melalui penguatan pendidikan vokasi, kolaborasi dengan industri, serta pengembangan inovasi terapan.
“Pendidikan tinggi memegang peran strategis dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” tegasnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) Kemdiktisaintek 2025–2029 yang mengusung pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang inklusif, adaptif, berdampak, serta berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui pelantikan ini, Kemdiktisaintek berharap kepemimpinan yang baru dapat memperkuat tata kelola kelembagaan, mendorong kolaborasi, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pembangunan nasional.










