TVRINews, Jakarta
Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama TNI terus mendukung upaya penanganan gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sekretaris Jenderal Kemhan, Letjen TNI Tri Budi Utomo, mengatakan pemerintah bersama TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait terus mengintensifkan penanganan bencana.
Fokus penanganan meliputi penyelamatan dan perlindungan masyarakat, penanganan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, hingga percepatan distribusi bantuan.
"Untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut, TNI telah mengerahkan 3.545 personel dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, beserta berbagai alutsista dan sarana pendukung," ujar Tri Budi dalam konferensi pers, Selasa, 8 September 2026.
Menurutnya, total alutsista dan sarana pendukung TNI yang telah beroperasi dalam penanggulangan gempa NTT mencapai sekitar 627 unit. Selain pengerahan personel dan peralatan, dukungan bantuan sosial juga terus diberikan untuk membantu masyarakat terdampak dan memenuhi kebutuhan pengungsi.
Kemudian Tri Budi merinci, bantuan sosial yang telah dikirim berasal dari Kementerian Pertahanan sebanyak 85.165 ton, Mabes TNI 20.068 ton, Kogabwilhan II 3.398 ton, TNI Angkatan Darat 70.286 ton, TNI Angkatan Laut 297.257 ton, serta TNI Angkatan Udara 57.133 ton.
"Kementerian Pertahanan bersama TNI akan memberikan dukungan secara optimal dan terkoordinasi, baik dalam proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, distribusi bantuan, dukungan kesehatan maupun logistik," katanya.
Ia menegaskan, seluruh upaya tersebut merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan dan perlindungan secara cepat dan tepat.
"Kementerian Pertahanan akan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung penanganan bencana dan membantu masyarakat yang terdampak," ucapnya.
Penanganan gempa NTT dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur penanggulangan bencana. Pemerintah memastikan operasi kemanusiaan terus berjalan untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak.










