TVRINews, Jakarta
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia akibat serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Sementara itu, kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih dalam proses verifikasi.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, pemerintah telah menyiapkan rencana kontingensi untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.
"Rencana Kontigensi sudah disiapkan dan akan selalu disesuaikan dengan perkembangan di lapangan," kata Heni dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Minggu, 11 Oktober 2026.
Berdasarkan data resmi Kemlu Arab Saudi, terdapat sekitar 581 ribu WNI di negara tersebut, terdiri atas 351.070 WNI yang menetap dan 229.930 WNI pengunjung.
Heni mengungkapkan KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta melakukan pemantauan ke sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya untuk memastikan ada atau tidaknya WNI yang terdampak.
KBRI Riyadh juga mengimbau WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat.
WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi diimbau untuk memastikan kembali status penerbangannya kepada maskapai masing-masing dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh.
KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kekonsuleran serta pelindungan WNI seperti biasa. WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 dan KJRI Jeddah di nomor +966 503609667.
Kemlu RI bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah pelindungan yang diperlukan guna memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi.










