TVRINews, Sleman
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa program Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mampu membentuk karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian sosial peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat meresmikan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu, Fajar mengatakan revitalisasi infrastruktur pendidikan merupakan bagian dari prioritas pemerintah untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara, baik di sekolah negeri, swasta, pesantren, maupun wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Laboratorium IPA dan TIK ini diserahkan agar para santri memiliki ruang untuk mempraktikkan ilmu dan menguji teori. Namun, laboratorium yang sesungguhnya yakni masyarakat adalah laboratorium sosial untuk melatih kepekaan, keharmonisan, dan komunikasi adik-adik sekalian,"kata Wamen Fajar dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 26 Juli 2026.
Peresmian laboratorium tersebut melengkapi pengembangan model pendidikan di Pondok Pesantren Bumi Cendekia yang memadukan penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan keagamaan.
Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Tuan Guru Hairus Salim H.S., mengatakan bantuan fasilitas dari Kemendikdasmen akan memperkuat proses pembelajaran bagi para santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua hingga Sumatra.
"Pesantren kami dikelola secara kolegial dan bertekad menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari perundungan (zero bullying) dan kekerasan. Bantuan Laboratorium TIK dan IPA dari Kemendikdasmen ini merupakan wujud sinergi erat antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta untuk melahirkan generasi yang tidak hanya beriman, tetapi juga berwawasan luas dan 'cendekia' sesuai nama pesantren ini,"ungkap Tuan Guru Hairus Salim.
Usai meresmikan fasilitas laboratorium, Wamen Fajar melanjutkan kunjungan kerja dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas baru di TK Aisyiyah. Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, penggunaan gawai perlu diarahkan secara bijak agar tidak menimbulkan ketergantungan maupun berdampak negatif terhadap kesehatan mental anak. Ia menjelaskan, Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah sebagai upaya membangun kebiasaan belajar yang sehat dan menciptakan lingkungan pendidikan yang berpihak pada kepentingan anak.
"Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pendidikan. Ketika keluarga dan sekolah berjalan beriringan, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter, kompetensi, dan kesejahteraan mereka,”tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di Daerah Istimewa Yogyakarta, antara lain Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK), Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Kepala Balai Bahasa DIY, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.
Melalui pembangunan laboratorium dan pengembangan fasilitas pendidikan tersebut, Kemendikdasmen berharap revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana belajar, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya generasi berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi agen perubahan bagi masyarakat dan bangsa.









