TVRINews, Jakarta
Kementerian Pertanian menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Selain mengoptimalkan sarana irigasi dan pompa, Kementan juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.
Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, mengatakan langkah antisipasi dilakukan untuk menjaga kegiatan budidaya tanaman tetap berjalan di tengah kondisi kekeringan.
Menurutnya, koordinasi dengan BMKG diperlukan untuk membantu mempercepat penanaman, termasuk bagi tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.
“Antisipasi kita lakukan, kita juga sudah menghubungi kepada teman-teman yang berwenang termasuk BMKG itu ya untuk melakukan modifikasi cuaca,” ujar Heru dalam keterangan melalui kanal YouTube BNPB, Selasa, 15 September 2026.
Heru menjelaskan, Kementan telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang rawan mengalami kekeringan. Berdasarkan pemetaan tersebut, pemerintah mengatur strategi tanam dengan menyesuaikan kondisi ketersediaan air di masing-masing daerah.
Wilayah yang masih memiliki curah hujan cukup diarahkan untuk mempercepat penanaman. Sementara daerah yang mengalami keterbatasan air akan mengoptimalkan bantuan pompa serta sistem irigasi perpompaan dan perpipaan.
Kementan juga telah menyalurkan berbagai alat dan mesin pertanian untuk mendukung kegiatan budidaya. Bantuan tersebut mencakup traktor, crawler, combine harvester, pompa air, hingga alat penanaman.
Heru mengatakan dukungan sarana pengairan juga diberikan untuk sektor perkebunan. Sekitar 1.000 unit irigasi perpompaan telah disiapkan untuk tanaman perkebunan dan jumlahnya dapat ditambah sesuai kebutuhan petani.
“Kalau dari sisi perpompaan kami kan sudah ada bantuan yang cukup masif. Termasuk untuk tanaman perkebunan itu ada irigasi perpompaan sekitar 1.000 unit dan bisa nambah nanti kalau ada kebutuhan dari teman-teman petani perkebunan tebu untuk bisa mengairi kebun-kebun tebu mereka,” tambahnya.
Menurut Heru, operasi modifikasi cuaca diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan air sehingga percepatan tanam dapat dilakukan kembali.
“Bantuan berbagai pihak, termasuk BMKG dalam modifikasi cuaca, operasi modifikasi cuaca nanti bisa juga lebih menggalakkan percepatan tanam, tidak hanya di tanaman pangan, hortikultura, tapi juga untuk tanaman perkebunan,” tuturnya.
Kementan menilai kombinasi antara operasi modifikasi cuaca, bantuan pompa, irigasi, alat mesin pertanian, dan pengaturan pola tanam menjadi bagian dari strategi menghadapi kekeringan sekaligus menjaga produksi pangan nasional.










