TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia dan India menjajaki pembentukan Center of Excellence (CoE) sebagai langkah memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengembangan startup berbasis teknologi.
Di mana, inisiatif tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dengan Duta Besar India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty serta delegasi Indian Institute of Technology (IIT) Madras pada Rabu, 22 Juli 2026.
Pada kesempatan tersebut, Brian menuturkan jika kolaborasi kedua negara perlu diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang dapat dihilirisasi dan memberi dampak bagi industri. Menurutnya, kerja sama antarkampus tidak hanya sebatas pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu melahirkan perusahaan rintisan berbasis teknologi.
“Kami berharap dapat menciptakan Center of Excellence yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga menghasilkan startup teknologi yang kuat melalui kolaborasi antara Indonesia dan India,” kata Brian dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Kamis, 23 Juli 2026.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika pemerintah saat ini telah membuka peluang kerja sama melalui berbagai skema, seperti program joint degree, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pembentukan pusat unggulan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Model pengembangan inovasi yang diterapkan IIT Madras dinilai dapat menjadi contoh dalam memperkuat ekosistem riset nasional.
Duta Besar India Shri Sandeep Chakravorty menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan IIT Madras dapat mempererat hubungan pendidikan tinggi kedua negara sekaligus memperkuat budaya riset dan inovasi. Ia juga menilai keterlibatan sektor industri menjadi faktor penting agar hasil penelitian dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, delegasi IIT Madras memaparkan pengalaman kampus tersebut dalam membangun ekosistem inovasi yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha. Pendekatan itu dinilai berhasil mendorong lahirnya berbagai startup teknologi yang mampu berkembang hingga tingkat global.
IIT Madras juga menyatakan minat untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia di sejumlah bidang strategis, seperti data science, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, manufaktur cerdas, serta penguatan kapasitas riset. Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi di kawasan berkat besarnya populasi usia produktif.
Tak hanya itu, Brian turut menyampaikan rencana pembentukan one-stop service point untuk mempermudah mobilitas mahasiswa, peneliti, dan profesor asing. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi berbagai kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.










