TVRINews, Jakarta
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan jika banjir telah melanda Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat, Provinsi Aceh. Akibatnya, ratusan warga terdampak dan puluhan keluarga mengungsi.
Lebih lanjut, ia menerangkan jika banjir di Aceh Selatan terjadi sejak 28 Oktober 2026 akibat luapan sungai.

(Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan saat memaparkan Penanganan Banjir di Aceh, Senin, 2 November 2026. [Foto: Youtube BNPB Indonesia])
“Banjir di Kabupaten Aceh Selatan melanda dua kecamatan dan tiga gampong. Sebanyak 218 kepala keluarga atau 756 jiwa terdampak, 161 jiwa mengungsi, dan 210 rumah terdampak,” ujar Berton melalui laman akun YouTube @bnpb_indonesia pada Senin, 2 November 2026.
Lantaran hal tersebut, saat ini pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat mulai 30 Oktober hingga 12 November 2026. Genangan tertinggi tercatat mencapai 130 sentimeter di wilayah Cot Bayu.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Aceh Barat terjadi sejak 31 Oktober 2026 dan melanda 10 kecamatan serta 43 gampong.
“Di Aceh Barat, sebanyak 35 kepala keluarga atau 105 jiwa mengungsi. Banjir juga berdampak pada jalan dan jembatan,” kata Berton.
Hingga 1 November 2026, genangan air masih terjadi dan hujan lebat dilaporkan mengguyur wilayah Pante Ceureumen.
Berton menyebut warga yang tinggal di bantaran sungai dan Gampong Napai membutuhkan sejumlah dukungan untuk penanganan darurat, di antaranya tenda pengungsian, dapur umum, light tower, rubber boat, serta bantuan logistik.









