TVRINews, Ambon
Operasional penerbangan di Bandara Pattimura Ambon, Maluku, kembali berjalan normal mulai Selasa, 8 September 2026 hari ini, setelah sempat terganggu selama dua hari akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Gangguan yang terjadi pada 6–7 September 2026 tersebut berdampak pada 1.617 penumpang, dengan rincian 875 penumpang pada 6 September dan 742 penumpang pada 7 September. Sejumlah jadwal penerbangan saat itu mengalami penundaan hingga pembatalan demi menjaga keselamatan penerbangan.
Pada hari pertama normalisasi, Bandara Pattimura melayani enam penerbangan, terdiri dari tiga penerbangan kedatangan dan tiga penerbangan keberangkatan.
Airport Operation, Service & Security Division Head Bandara Pattimura Ambon, Ida Made Dwipayana, mengatakan seluruh penumpang yang terdampak telah mendapatkan opsi penanganan sesuai kebutuhan perjalanan mereka.
“Penumpang diberikan pilihan untuk melakukan reschedule, refund, maupun pengalihan perjalanan melalui bandara terdekat di Pulau Jawa. Sebagian penumpang juga telah diberangkatkan melalui jalur alternatif, termasuk melalui Surabaya,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Maluku memastikan hingga kini wilayah Maluku tidak terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemantauan dan analisis BMKG yang disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektor di Mapolda Maluku.
Meski operasional penerbangan telah kembali normal, pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan penerbangan di wilayah Indonesia timur.










