TVRINews, Cikeas
Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda, Sinta Ismaya, menyampaikan aspirasi mengenai kesejahteraan tenaga pendidik dan kurikulum nasional usai bertemu langsung dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Momen berkesan tersebut terjadi di sela-sela perayaan HUT ke-80 Bhayangkara yang digelar di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu 1 Juli 2026.
Menurut Sinta, momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi dirinya, terlebih karena antusiasme masyarakat yang hadir dalam acara tersebut begitu tinggi.
“Pertama, semangatnya luar biasa. Antusiasme warga juga luar biasa, sangat mendukung. Saya juga pertama kali ketemu Pak Prabowo, langsung, sangat-sangat senang,” ujar Sinta saat ditemui usai acara.
Sinta juga mengungkapkan kesan pertamanya saat melihat sosok Kepala Negara dari dekat. Menurutnya, Presiden Prabowo tampak sangat berwibawa dan meninggalkan kesan yang positif.
“Lumayan glowing ternyata Pak Prabowo, ganteng. Ternyata aslinya kayak gitu. Selain itu, dia juga sangat berwibawa. Luar biasa," katanya semringah.
Selain membagikan kesannya bertemu Presiden, Sinta juga menceritakan bahwa dirinya telah merasakan manfaat nyata dari program pendidikan di era Presiden Prabowo Subianto, salah satunya melalui insentif guru. Saat ini, ia juga tengah mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Ia menilai, dukungan pemerintah terhadap peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru merupakan langkah penting dalam memajukan dunia pendidikan di tanah air. Sinta berharap perhatian ini dapat terus berlanjut agar para guru semakin termotivasi dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa.
“Alhamdulillah, saya sedang menjalani PPG dan selama ini juga sudah menerima insentif guru. Alhamdulillah, insyaAllah cukup, dan mudah-mudahan ke depannya bisa terus berjalan,” tutur Sinta.
Di balik kesan tersebut, Sinta menaruh harapan besar terhadap kemajuan pendidikan nasional. Ia menginginkan agar kurikulum ke depan semakin jelas dan mampu mendukung perkembangan setiap anak secara menyeluruh.
“Mudah-mudahan ke depannya pendidikan di Indonesia, terutama kurikulumnya, lebih jelas lagi dalam mendukung perkembangan setiap anak, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di berbagai bidang lainnya,” tambah Sinta.
Menutup perbincangan, Sinta turut mendoakan Presiden Prabowo agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa, serta terus melahirkan kebijakan yang pro-rakyat dan memperhatikan kesejahteraan para tenaga pendidik.
“Semoga ke depannya pemimpin kita tetap sehat selalu, tetap menjaga amanah masyarakat Indonesia, bisa menyejahterakan, dan juga mendengar segala keluh kesah masyarakat,” pungkasnya.










