TVRINews, Peru
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kepemimpinan Indonesia dalam pelindungan dan pengelolaan ekosistem gambut tropis dunia.
Komitmen tersebut disampaikan dalam The Fourth Meeting of the Partners of the Global Peatlands Initiative (GPI-4) di Lima, Peru, dengan menawarkan penguatan International Tropical Peatland Center (ITPC) sebagai pusat kolaborasi internasional.
Dalam forum yang mempertemukan negara-negara pemilik gambut, organisasi internasional, lembaga penelitian, dan mitra pembangunan tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi selaku Ketua Delegasi Kementerian Kehutanan menyampaikan Indonesia tidak hanya hadir untuk berbagi pengalaman, tetapi juga siap mengambil peran kepemimpinan dalam memperkuat tata kelola gambut tropis dunia melalui kolaborasi internasional yang lebih konkret.
Ristianto menjelaskan Indonesia memiliki sekitar 24 juta hektare ekosistem gambut tropis, dengan lebih dari 70 persen berada di dalam kawasan hutan negara yang menjadi mandat pengelolaan Kementerian Kehutanan.
Menurutnya, mandat tersebut menjadikan Kementerian Kehutanan memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan perlindungan, restorasi, dan pengelolaan gambut dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga fungsi ekologis hutan, meningkatkan ketahanan iklim, melindungi keanekaragaman hayati, sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
"Kawasan gambut tropis bukan hanya aset nasional, tetapi merupakan aset strategis dunia. Masa depan iklim global, konservasi keanekaragaman hayati, dan ketahanan masyarakat sangat bergantung pada kemampuan kita menjaga ekosistem ini. Indonesia siap menjadi bagian dari solusi global melalui kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi yang nyata," ujar Ristianto dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Rabu, 1 Juli 2026.
Ia mengatakan Kemenhut telah membangun sistem tata kelola gambut yang komprehensif melalui penguatan regulasi, perlindungan kawasan gambut, restorasi ekosistem, pengelolaan berbasis lanskap, serta pemberdayaan masyarakat melalui program Perhutanan Sosial.
Berbagai kebijakan tersebut menjadi fondasi utama dalam mendukung pencapaian target Indonesia's FOLU Net Sink 2030 sekaligus komitmen Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim.
Sebagai negara dengan salah satu bentang gambut tropis terbesar di dunia, Indonesia memandang tantangan pelestarian gambut tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri.
Dibutuhkan kepemimpinan global yang mampu memperkuat kerja sama antarnegara, mendorong inovasi, meningkatkan kapasitas, serta membangun standar tata kelola gambut tropis yang lebih kuat.
Sehingga, Kemenhut menyatakan kesiapan memimpin penguatan International Tropical Peatland Center (ITPC) sebagai platform kolaborasi internasional bagi negara-negara pemilik gambut tropis.
Penguatan ITPC diarahkan untuk memperluas pertukaran pengetahuan, pengembangan kebijakan berbasis sains, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset bersama, inovasi teknologi, serta mobilisasi kemitraan internasional dalam mendukung pengelolaan gambut tropis yang berkelanjutan.
"Kami meyakini bahwa ITPC harus berkembang menjadi pusat kolaborasi global bagi negara-negara tropis. Dengan pengalaman Indonesia dalam melindungi dan mengelola ekosistem gambut, serta mandat Kementerian Kehutanan yang mengelola lebih dari 70 persen kawasan gambut Indonesia di dalam kawasan hutan negara, kami siap memimpin penguatan ITPC sebagai pusat pengetahuan, inovasi, dan kerja sama internasional untuk masa depan gambut dunia," tutur Ristianto.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga mengundang seluruh negara anggota Global Peatlands Initiative, organisasi internasional, lembaga penelitian, sektor swasta, serta para mitra pembangunan untuk berpartisipasi dalam Peatland Forest Forum 2026 yang akan digelar di Indonesia pada Oktober 2026.
Forum tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat aksi kolektif global, memperluas kolaborasi lintas negara, serta menghasilkan langkah nyata dalam pelindungan dan pengelolaan ekosistem gambut tropis.
Partisipasi aktif Kementerian Kehutanan pada GPI-4 sekaligus menegaskan semakin kuatnya diplomasi kehutanan Indonesia di tingkat global. Melalui pengalaman, kebijakan, dan implementasi di lapangan, Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas iklim dunia, melestarikan keanekaragaman hayati, serta mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pelindungan ekosistem gambut.










