TVRINews, Banjarmasin
Proses evakuasi korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 menghadapi kendala akibat kondisi gelombang yang tinggi. Tim SAR gabungan harus melakukan transfer korban secara bertahap menggunakan sejumlah kapal.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan, sebanyak 22 korban selamat berada di Kapal Cahaya Bahari. Namun, proses pemindahan korban terkendala ombak yang terlalu besar.
"Tadi pagi pada saat transfer dengan kapal yang akan mengangkut ke sini karena ombak yang terlalu besar tidak berani mendekat," ujar Syafii dalam konferensi pers, Senin, 14 September 2026 malam hari.
Menurutnya, saat proses transfer antarkapal, sempat terjadi benturan akibat kondisi gelombang. Hal itu menyebabkan salah satu kapal harus menjalani perawatan. Proses evakuasi kemudian dilakukan menggunakan kapal kecil untuk memindahkan korban ke KRI NALA. Setelah itu, korban kembali ditransfer ke KAL KUMAI milik TNI Angkatan Laut.

(Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (kedua dari kiri) dalam konferensi pers Evaluasi Hari ke-2 Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Senin, 14 September 2026. [Foto: Youtube Basarnas])
"Sehingga harus dilaksanakan transfer dengan menggunakan kapal kecil ke kapal KRI NALA," ucapnya.
Syafii menjelaskan, KRI NALA kemudian bergerak menuju lokasi dengan kecepatan yang disesuaikan. Kapal tersebut tidak dapat langsung bersandar di dermaga karena ukurannya, sehingga proses transfer kembali dilakukan ke KAL KUMAI.
"Karena memang besarnya kapal tersebut tidak mungkin untuk bisa bersandar di dermaga ini. Sehingga harus dilaksanakan transfer yang ulang kepada kapal KAL KUMAI milik juga TNI Angkatan Laut," jelasnya.
Selain 22 korban yang berada di Kapal Cahaya Bahari, Basarnas juga melakukan evakuasi terhadap korban yang berada di kapal PCP atau Transkool Pasifik.
Dari enam korban yang berada di kapal tersebut, dua korban telah dievakuasi melalui jalur udara. Satu korban dievakuasi menggunakan pesawat Basarnas, sementara satu lainnya menggunakan pesawat milik kepolisian.
Sementara itu, empat korban lainnya yang masih berada di kapal tersebut direncanakan dievakuasi pada Selasa 15 September 2026 pagi menggunakan jalur udara.
Dalam operasi pencarian secara keseluruhan, Basarnas mencatat sebanyak 114 dari 243 orang yang berada di KMP Virgo Transport 8 telah ditemukan.
Sebanyak 86 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan dua orang ditemukan meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Basarnas memastikan operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilanjutkan dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang tersedia.










