TVRINews, Banjarmasin
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan telah menerima dua jenazah korban insiden KM Virgo Transport 8. Satu jenazah telah diserahkan kepada keluarga, sementara satu jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi.
Kapolda Kalimantan Selatan Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data postmortem dengan data antemortem yang diperoleh dari keluarga korban.
“Kami melakukan kegiatan identifikasi dari tim DVI kami dan sampai dengan hari ini kami sudah menerima dua jenazah, yang satu sudah diserahkan kepada keluarga, yang satu masih dalam proses identifikasi,” ujar Rosyanto dalam konferensi pers Evaluasi Hari ke-2 Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Senin, 14 September 2026.
Untuk mempercepat proses identifikasi, Kapolda mengimbau keluarga korban segera melapor ke posko yang telah disiapkan. Posko tersebut berada di wilayah Jawa Timur maupun Kalimantan Selatan.
“Kemudian kami mengimbau kepada keluarga korban untuk bisa melapor kepada posko yang didirikan, baik itu yang di Jawa Timur maupun yang ada di Kalimantan Selatan, agar bisa diambil data-data antemortem guna mempercepat identifikasi apabila tim DVI ini melakukan kegiatan-kegiatan untuk melakukan identifikasi atau kegiatan postmortem ini,” jelasnya.
Menurut Rosyanto, kondisi jenazah dan kelengkapan data antemortem menjadi faktor yang memengaruhi kecepatan proses identifikasi.
“Apabila ini masih dua hari, ini biasanya jenazahnya masih bisa dikenali, tentunya ini akan lebih cepat untuk identifikasi,” tuturnya.
Polda Kalsel memastikan proses identifikasi terus dilakukan sebagai bagian dari penanganan korban insiden KM Virgo Transport 8.










