TVRINews, Banjarmasin
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih melakukan pencarian terhadap 129 penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang belum ditemukan. Kapal tersebut dilaporkan lost contact pada Minggu 13 September 2026 dini hari.
Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan, total terdapat 243 orang atau person on board (POB) dalam KMP Virgo Transport 8. Hingga memasuki hari kedua operasi SAR, sebanyak 114 korban telah ditemukan.
"Dari 243 POB yang kita cari sebanyak 114 korban sudah ditemukan. Kemudian 129 masih dalam pencarian," ujar Mohammad Syafii dalam konferensi pers, Senin, 14 September 2026 malam hari.
Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Satu korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara satu korban lainnya telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri untuk proses identifikasi.
Basarnas memastikan operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dimaksimalkan. Pencarian saat ini masih diprioritaskan di permukaan air dengan melibatkan berbagai unsur SAR.
"Pelaksanaan operasi tetap kita maksimalkan di pencarian di permukaan air. Kita masih sangat berharap masih ditemukan korban-korban dalam kondisi selamat," ucapnya.
Pada hari kedua operasi, pencarian dilakukan dengan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor. Pembagian sektor pencarian selanjutnya dapat berubah berdasarkan hasil pemetaan dan informasi terbaru yang diterima Basarnas Command Center.
Selain pencarian di permukaan, Basarnas juga menyiapkan operasi bawah air. Namun, pelaksanaan penyelaman belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Basarnas telah menyiapkan tim penyelam dari Kopaska TNI AL, TNI AL, serta personel Basarnas. Rencana pencarian bawah air akan kembali dievaluasi berdasarkan kondisi cuaca dan keselamatan tim.
KRI Kanopus yang masih dalam perjalanan juga dipersiapkan untuk mendukung pencarian bawah air. Kapal tersebut akan menggunakan sejumlah teknologi, di antaranya drone underwater, multibeam echosounder, dan remotely operated vehicle (ROV).
Sementara itu, posisi KMP Virgo Transport 8 dilaporkan telah bergeser sekitar 1,6 nautical mile dari posisi sebelumnya dalam kondisi terbalik. Kapal berada di kedalaman sekitar 30 meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian. Basarnas menyebut kapal masih memiliki sejumlah ruang kosong sehingga memungkinkan kapal terus bergeser.










