TVRINews, Banjarmasin
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkap posisi KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan dan lost contact pada Minggu 13 September 2026 bergeser sekitar 1,6 nautical mile dari titik sebelumnya.
Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan, kapal saat ini ditemukan dalam kondisi terbalik. Pergeseran posisi kapal menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian dan pertolongan terhadap penumpang yang masih belum ditemukan.
"Posisi datum atau titik letak dari kapal Virgo Transport 8 ini ada pergeseran. Dari yang kemarin saya sampaikan, saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile dalam kondisi terbalik," jelas Syafii dalam konferensi pers, Senin, 14 September 2026 malam hari.
Menurutnya, kapal masih memiliki sejumlah sekat atau ruang kosong di bagian dalam. Kondisi tersebut memungkinkan kapal terus bergeser atau melayang di dalam air.
Basarnas juga mempertimbangkan faktor keselamatan penyelam apabila harus masuk ke dalam kapal. Syafii menjelaskan, membuka salah satu sekat yang berisi ruang kosong dapat menyebabkan perubahan tekanan yang berpotensi membahayakan tim penyelam.

(Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (kedua dari kiri) dalam konferensi pers Evaluasi Hari ke-2 Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Senin, 14 September 2026. [Foto: Youtube Basarnas])
"Kalau kita sampai memaksakan untuk masuk, apabila kita membuka misalkan salah satu sekat dari ruang kosong ini, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa tentunya ini akan sangat membahayakan," ujarnya.
Karena itu, Basarnas tengah mengkaji sejumlah opsi untuk menangani posisi kapal. Salah satunya adalah mengubah posisi kapal yang saat ini terbalik. Selain itu, terdapat pertimbangan untuk menarik kapal ke lokasi yang lebih dangkal.
Kemudian, Syafii menyampaikan bahwa kapal saat ini berada di kedalaman sekitar 30 meter. Tim juga mempertimbangkan kondisi kapal agar berada dalam posisi yang lebih stabil sehingga proses pencarian dapat dilakukan dengan lebih aman.
Di sisi lain, operasi pencarian korban di permukaan air tetap dimaksimalkan. Basarnas masih berharap dapat menemukan korban dalam kondisi selamat.
Hingga hari kedua operasi SAR, dari total 243 orang yang menjadi penumpang atau POB KMP Virgo Transport 8, sebanyak 114 orang telah ditemukan. Sebanyak 86 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan dua orang ditemukan meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Untuk mendukung pencarian bawah air, KRI Kanopus yang masih dalam perjalanan diharapkan tiba di lokasi pada Selasa 15 September 2026 pagi. Kapal tersebut akan digunakan untuk mendukung operasi underwater dengan memanfaatkan drone underwater, multibeam echosounder, dan remotely operated vehicle (ROV).
Namun, pelaksanaan penyelaman masih bergantung pada kondisi cuaca. Tim penyelam dari Kopaska TNI AL, TNI AL, dan Basarnas yang telah disiapkan belum dapat diturunkan karena kondisi cuaca belum memungkinkan.










