TVRINews, Jakarta
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengumumkan bahwa Program Magang Nasional Angkatan II Tahun 2026 resmi kembali dibuka dengan target 150 ribu peserta. Jumlah tersebut meningkat sekitar 50 persen dibandingkan angkatan sebelumnya yang mencatat 102,6 ribu peserta pada 2025.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi lulusan baru perguruan tinggi atau fresh graduate di seluruh Indonesia.
Yassierli menyampaikan, pembukaan kembali program ini merupakan hasil keputusan dalam Rapat Koordinasi Nasional serta arahan pemerintah pusat untuk memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda.
“Alhamdulillah tentu kita tadi sudah sama-sama mendengar arahan dari Pak Presiden dan juga hasil rapat dari Rakornas dengan disetujuinya program magang nasional untuk angkatan kedua tahun 2026 sesuai dengan yang diusulkan yaitu 150 ribu orang,” ujar Yassierli dikutip, Selasa, 23 Juni 2026.
Selain program magang, pemerintah juga menyiapkan pelatihan vokasi nasional dengan target 220 ribu peserta. Program tersebut menyasar lulusan SMA dan SMK, termasuk 50 ribu peserta dari kelompok pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut Yassierli, Kementerian Ketenagakerjaan saat ini tengah melakukan evaluasi dan penyempurnaan pelaksanaan program sebelumnya, terutama terkait pemerataan distribusi peserta serta perluasan bidang kejuruan di lokasi magang.
“Kita memiliki beberapa PR terkait dengan bagaimana kita melakukan improvement pada tahun 2026 ini terkait dengan sebaran calon peserta magang dan juga sebaran kejuruan atau profesi tempat magang,” jelasnya.
Pada 2025, Program Magang Nasional telah melibatkan 102,6 ribu peserta yang ditempatkan di 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia.
Pemerintah menargetkan pendaftaran Angkatan II akan segera dibuka mulai Juli 2026 dengan mekanisme yang akan diumumkan lebih lanjut.










