TVRINews, Jakarta
Pemerintah memperluas akses pendidikan dokter spesialis guna memperkuat pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah tersebut direalisasikan melalui penambahan izin operasional bagi 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU).
Pembukaan prodi baru ini menjadi strategi penting pemerintah untuk mengatasi ketimpangan dan menutupi kekurangan tenaga dokter spesialis nasional yang mencapai sekitar 65.000 orang.
Program penambahan PPDS RSPPU dikonsep sebagai bentuk afirmasi bagi dokter, terutama putra-putri daerah, agar dapat meningkatkan kompetensi dan kembali mengabdi di wilayah prioritas.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa penambahan prodi baru pada tahap pertama tahun 2026 ini berfokus pada 11 prodi spesialis dasar serta 14 prodi dari rumpun Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).
Pemerintah juga merencanakan perluasan kuota pendidikan spesialis tahap berikutnya pada akhir tahun.
“Pada tahap kedua tahun 2026, sebanyak 30 program studi spesialis juga akan didorong memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026, terdiri atas 13 Prodi Spesialis Dasar dan 17 Prodi Spesialis KJSU,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Sejak diinisiasi pada 2024, PPDS RSPPU awal mulanya berlangsung di enam rumah sakit. Kehadiran 25 prodi baru ini menggenapkan total prodi PPDS RSPPU menjadi 31 prodi yang beroperasi secara resmi.
Penyelenggaraan 25 prodi baru tersebut bermitra dengan sembilan perguruan tinggi negeri, meliputi Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Indonesia (UI).
Untuk 11 prodi spesialis dasar, pemerintah menghadirkan Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif di RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof. dr. Soeharso Surakarta, serta RSU Hermina Depok. Program Studi Obstetri dan Ginekologi dibuka di RSAB Harapan Kita dan RSIA Bunda Jakarta.
Program Studi Radiologi tersedia di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado, RSUP Persahabatan, serta RSUP Dr. M. Djamil. Sementara Program Studi Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak ditempatkan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, serta Program Studi Ilmu Bedah di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Adapun 14 prodi rumpun KJSU dan spesialis unggulan melingkupi Program Studi Bedah Saraf di RS Pusat Otak Nasional dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo; Bedah Thorax Kardiovaskuler di RSUP H. Adam Malik dan RSUD Dr. Saiful Anwar; serta Urologi di RSUD Dr. Moewardi dan RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.
Selanjutnya, Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah dibuka di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, RSU Murni Teguh, dan RSUD dr. Soedarso. Kedokteran Nuklir dihadirkan di RSUP Dr. Kariadi, Spesialis Kesehatan Mata di Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya dan RSU Murni Teguh Memorial Hospital, serta Orthopaedi dan Traumatologi di RSD dr. Soebandi, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.
Proses seleksi penerimaan peserta didik baru PPDS RSPPU untuk 25 prodi baru ini dijadwalkan dibuka resmi pada Kamis, 3 September 2026.









