TVRINews, Jakarta
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus memperluas skema beasiswa co-funding dengan perguruan tinggi luar negeri sebagai strategi meningkatkan jumlah penerima beasiswa sekaligus menekan biaya pendidikan tanpa mengurangi kualitas.
Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, mengatakan skema tersebut menjadi salah satu fokus dalam pengembangan program beasiswa karena memungkinkan pembiayaan dilakukan secara bersama antara LPDP dengan perguruan tinggi atau pemerintah negara mitra.

"Di co-funding kita sharing cost dengan kampus-kampus unggulan di luar negeri. Kampusnya pun kita pilih, tidak sembarang kampus. Ada yang bekerja sama dengan universitas, ada juga yang bekerja sama langsung dengan pemerintah suatu negara, seperti Prancis dan Australia," ujar Dwi Larso dalam keterangan yang diterima tvrinews, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Dwi, pola tersebut membuat biaya yang ditanggung LPDP menjadi lebih efisien sehingga jumlah mahasiswa yang memperoleh beasiswa dapat terus ditingkatkan.
Ia mencontohkan, dalam skema tertentu pembiayaan dilakukan dengan pola satu banding satu. Dari dua mahasiswa yang diterima di sebuah perguruan tinggi luar negeri, satu dibiayai penuh oleh LPDP, sementara satu lainnya dibiayai oleh universitas atau pemerintah negara mitra.
"Kalau biaya bisa ditekan, jumlah awardee yang kita kirim tentu bisa lebih banyak. Tujuan kami adalah mengoptimalkan hasil investasi dana abadi agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat,"tegasnya.
Saat ini LPDP telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dunia, antara lain Nanyang Technological University (NTU) Singapura, University of Dundee, University of New South Wales (UNSW), sejumlah universitas di Prancis dan Belanda, National University of Singapore (NUS), berbagai perguruan tinggi di Korea Selatan, IE University Spanyol, hingga University College Dublin.
Selain memperluas kemitraan internasional, LPDP juga mengembangkan program akselerasi bersama perguruan tinggi dalam negeri melalui skema 3+1+1, yakni mahasiswa menempuh pendidikan sarjana di Indonesia dan melanjutkan studi magister di universitas mitra luar negeri.
Data LPDP menunjukkan pada seleksi Tahap I 2026 terdapat 186 penerima beasiswa melalui skema co-funding, 178 penerima melalui jalur universitas unggulan, serta 43 penerima program akselerasi magister dari 91 pendaftar. Secara keseluruhan, LPDP meluluskan 2.753 penerima beasiswa pada seleksi Tahap I 2026.
Dwi menambahkan, penguatan skema co-funding menjadi bagian dari strategi LPDP untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendukung penyediaan talenta yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.










