TVRINews, Yogyakarta
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak para santri untuk mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan integritas yang kuat.
Pesan tersebut disampaikannya saat berkunjung ke Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Nasaruddin menekankan peran penting belajar dari perjalanan hidup para tokoh besar. Menurutnya, keberhasilan lahir dari disiplin, kerja keras, dan kemampuan berpikir secara sistematis.
"Belajarlah dari tokoh-tokoh besar. Tidak ada tokoh besar yang lahir tanpa perjuangan. Tidak ada ruginya menjadi orang yang disiplin dan menghargai waktu," kata Nasaruddin, dikutip dari siaran persnya, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menjelaskan, tradisi keilmuan Islam mengajarkan manusia untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan berpikir rasional, tetapi juga mengembangkan kepekaan batin melalui perenungan dan penghayatan nilai-nilai spiritual.
Menurutnya, ilmu yang bermanfaat hanya dapat diraih melalui perpaduan antara kecerdasan intelektual, kebersihan hati, dan akhlak yang baik. Karena itu, ia mengingatkan para santri agar memegang teguh nilai-nilai keislaman seperti ikhlas, sabar, tawadhu', dan istiqamah dalam menjalani kehidupan.
"Setinggi apa pun pendidikan seseorang, jika tidak memiliki akhlakul karimah, maka ilmunya tidak akan membawa manfaat," ujarnya.
Nasaruddin juga mengajak para santri untuk tidak semata-mata mengejar pencapaian material, melainkan mengutamakan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
"Dalam hidup ini jangan hanya mencari yang paling tinggi, paling besar, atau paling banyak. Yang paling penting adalah keberkahan," tuturnya.










