TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan penguasaan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing bangsa-bangsa di kawasan ASEAN pada masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Nezar saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ASEAN Foundation dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital terkait pelaksanaan Program ASEAN AI Ready di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurut Nezar, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi regional dalam mempercepat adopsi teknologi AI sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia digital di kawasan.
“Penandatanganan MoU antara ASEAN Foundation dan BPSDM Komdigi merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama kawasan dalam memajukan adopsi teknologi AI. Negara-negara ASEAN memiliki tantangan yang sama, terutama dalam pengembangan riset AI dan peningkatan kualitas talenta digital,” ujar Nezar dalam keterangan yang dikutip, Jumat, 5 Mei 2026.
Ia menilai ASEAN memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai ekosistem digital yang kuat melalui kolaborasi antarnegara. Melalui Program ASEAN AI Ready, negara-negara anggota dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pengembangan teknologi kecerdasan artifisial.
“Fokus utama program ini adalah membangun talenta digital yang siap menghadapi transformasi teknologi. Melalui kolaborasi kawasan, kita dapat mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ASEAN dalam ekonomi digital global,” katanya.
Nezar menambahkan, pengembangan talenta digital menjadi salah satu prioritas pemerintah. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi berbasis AI yang bermanfaat bagi berbagai sektor kehidupan.
Salah satu hasil nyata dari upaya tersebut adalah keberhasilan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih kemenangan dalam AI Ready ASEAN Youth Challenge melalui pengembangan aplikasi NOAH AI yang mendukung manajemen kebencanaan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Piti Srisangnam mengungkapkan Program AI Ready ASEAN telah menjangkau lebih dari 5,3 juta masyarakat Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Program tersebut kini memasuki fase kedua yang akan berlangsung hingga tahun 2028.
“Kami akan terus memberdayakan masyarakat Indonesia agar siap menghadapi transformasi digital dan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimiliki dalam penguasaan teknologi AI,” ujar Piti.
Melalui kerja sama ini, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di kawasan ASEAN, sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung sektor pendidikan, dunia usaha, pelayanan publik, dan pembangunan nasional.










