TVRINews – Jakarta
Fokus pada Robotik dan STEM, Kepala Negara Targetkan Optimalisasi Dana Abadi untuk Percepatan Industri
Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kerja rutin ke Wisma Danantara Indonesia, Jakarta Selatan, guna membahas percepatan penguasaan teknologi strategis, ebagai upaya pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi melalui sektor pendidikan dan inovasi digital.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa agenda utama dalam pertemuan tersebut berfokus pada adopsi teknologi mutakhir dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

(Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan kamis 4 Juni 2026 (Foto: BPMI Setpres))
“Hari ini (Kamis 4 Juni) tadi memang ada laporan berkenaan dengan masalah teknologi, berkenaan dengan masalah kerja sama robotik, dan bagaimana kerja sama pendidikan terutama STEM,” ujar Prasetyo saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, yang dikutip Jumat 5 Juni 2026.
Prasetyo menambahkan, akselerasi di bidang teknologi ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan mendesak bangsa dalam menghadapi persaingan global. Kunjungan intensif ke Danantara dilakukan mengingat lembaga tersebut memegang kendali atas sejumlah program prioritas nasional, termasuk agenda besar hilirisasi dan industrialisasi.
Transformasi Ekonomi Berbasis Dana Abadi
Sebagai lembaga pengelola dana abadi (Sovereign Wealth Fund), Danantara dirancang untuk menjadi motor penggerak investasi domestik. Hubungan erat antara penguasaan teknologi dan penguatan industri menjadi alasan mengapa Kepala Negara menaruh perhatian khusus pada lembaga ini.
Dalam proyeksi jangka panjang, Danantara dibebani target performa yang cukup ambisius. Pemerintah menetapkan tingkat imbal hasil aset (Return on Asset/RoA) sebesar 10 persen per tahun. Kendati demikian, Presiden Prabowo bersikap realistis mengenai tantangan di fase awal operasional.
“Perusahaan yang baik return on asset harusnya minimal 10%. Kalau yang bagus 12%, yang hebat 15%. Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10%. Namun kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai,” kata Presiden Prabowo dalam sebuah pernyataan sebelumnya pada Maret lalu.
Dampak Fiskal Bagi Negara
Jika target RoA minimal 10 persen tersebut berhasil dieksekusi, Danantara diproyeksikan mampu memberikan kontribusi finansial yang masif bagi kas negara.
Sebagai kalkulasi matematis, apabila lembaga ini mampu mengamankan imbal hasil pada level 5 persen saja, keuntungan yang didevolusikan kembali ke negara diperkirakan mencapai US$50 miliar per tahun.
Berdasarkan nilai konversi saat ini, angka tersebut setara dengan Rp800 triliun, yang dapat mempertebal ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan sosial.
Melalui integrasi pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta pengelolaan kapital yang agresif namun terukur, Danantara diharapkan mampu mentransformasi Indonesia dari negara konsumen menjadi pemain utama industri berbasis teknologi tinggi.










