TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan afirmatif, termasuk penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) secara bertahap dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan menyusul kembali viralnya kisah perjuangan guru di berbagai daerah, salah satunya seorang guru di Nusa Tenggara Timur yang tetap mengajar di tengah keterbatasan ekonomi dan akses transportasi menuju sekolah.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat perlindungan dan kesejahteraan guru, termasuk bagi tenaga pendidik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Pemerintah melalui Kemendikdasmen terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan, termasuk penyaluran tunjangan profesi bagi guru yang telah memenuhi persyaratan,”ujar Nunuk dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurutnya, pemerintah memahami masih banyak tantangan yang dihadapi guru di berbagai daerah. Namun, negara disebut terus berupaya menghadirkan kebijakan yang dapat memperbaiki kesejahteraan guru dari waktu ke waktu.
Nunuk juga mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap menjalankan tugas mengajar meski menghadapi berbagai keterbatasan.
“Kisah perjuangan para guru menjadi pengingat bahwa pendidikan dibangun melalui dedikasi dan pengabdian luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempercepat program peningkatan kesejahteraan dan perlindungan guru,”jelasnya.
Pemerintah terus menyalurkan berbagai bentuk tunjangan bagi guru ASN maupun non-ASN.
Pada 2025, pemerintah menyalurkan Tunjangan Profesi Guru untuk guru non-ASN sebesar Rp10,9 triliun kepada sekitar 396 ribu guru penerima. Sementara pada 2026, anggaran TPG guru non-ASN meningkat menjadi Rp11,5 triliun dengan sasaran sekitar 392 ribu guru.
Sedangkan untuk guru ASN, realisasi penyaluran TPG pada 2025 mencapai Rp67,3 triliun bagi sekitar 1,48 juta guru di seluruh Indonesia. Pada 2026, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp72,2 triliun untuk sekitar 1,68 juta guru ASN.
Salah satu penerima manfaat TPG, Yustina Yuniarti, guru SD Kristen Wukur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengaku tunjangan profesi sangat membantu kebutuhan hidupnya.
“Saya bersyukur sudah menerima tunjangan profesi guru sejak Januari 2025. Tunjangan ini sangat membantu kebutuhan keluarga dan juga untuk membantu biaya kuliah adik-adik saya,”ungkap Yustina.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian terhadap kesejahteraan guru.
“Kami para guru sangat merasakan dukungan pemerintah. Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti atas perhatian kepada para pendidik,”tuturnya.
Kemendikdasmen menegaskan peningkatan kualitas pendidikan nasional tidak dapat dipisahkan dari upaya menghadirkan kesejahteraan dan penghargaan yang layak bagi guru sebagai ujung tombak pendidikan di Indonesia.










