TVRINews, Jawa Timur
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan cuaca ekstrem pada musim kemarau 2026.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif BMKG dalam Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis, 7 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, hadir mewakili Kepala BMKG Pusat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan informasi cuaca dan iklim di Jawa Timur.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, dalam pemaparannya menekankan pentingnya data cuaca dan iklim yang akurat untuk mendukung langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan.
Menurut Taufiq, informasi prakiraan iklim yang presisi menjadi dasar penting dalam penyusunan strategi mitigasi, terutama untuk melindungi sumber daya air dan sektor pertanian.
“Pemanfaatan informasi iklim yang akurat sangat penting sebagai dasar langkah antisipasi dini terhadap ancaman kekeringan. Sinergi lintas sektor berbasis data diharapkan mampu meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem,”kata Taufiq dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026.
Selain menyampaikan materi utama, BMKG Juanda juga membuka stan layanan informasi meteorologi dan edukasi cuaca yang mendapat perhatian peserta rakor. Stan tersebut menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk memperoleh informasi terkait kondisi cuaca dan iklim terkini.
Rapat koordinasi tersebut turut membahas strategi penanganan musim kemarau dari berbagai sektor. Kementerian Kehutanan memaparkan langkah pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sementara Kementerian Pertanian membahas mitigasi ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan.
Selain itu, BNPB, Polda Jawa Timur, dan Kodam V/Brawijaya juga menyampaikan dukungan operasional dan kesiapsiagaan penanganan bencana di lapangan.
Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur Jawa Timur menyerahkan cinderamata “Surya Majapahit” kepada para narasumber, termasuk Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan ditutup dengan penyusunan kesepakatan bersama lintas instansi sebagai langkah memperkuat koordinasi menghadapi musim kemarau 2026 di Jawa Timur.










