TVRINews, Bekasi
Pendidikan yang layak masih menjadi tantangan bagi sebagian anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Untuk itulah pemerintah menghadirkan program Sekolah Rakyat sebagai upaya membuka akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Kehadiran program ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para siswa, salah satunya Alma Rasya, siswi kelas 10 di SMA Sekolah Rakyat 13 Bekasi. Alma berasal dari keluarga sederhana di mana ayahnya bekerja sebagai tukang pijat dan pekerja serabutan, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.
Sebelum mengenal Sekolah Rakyat, Alma sempat merasa putus asa dan berpikir tidak akan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Waktu itu saya sempat berpikir tidak bisa lanjut sekolah karena ibu sudah tidak punya biaya lagi untuk menyekolahkan saya. Tapi ternyata Allah menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai jalan agar saya bisa terus belajar,” ujar Alma dalam keterangann yang diterima, Jumat 8 Mei 2026.
Perjalanan pendidikan Alma memang tidak mudah. Saat masih duduk di bangku SMP, dirinya sempat memiliki tunggakan biaya sekolah hingga Rp11 juta. Namun, semangatnya tidak padam untuk terus mendalami ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an.
“Kadang saya berpikir untuk makan saja susah, bagaimana untuk sekolah. Tapi sekarang saya sangat bersyukur karena di Sekolah Rakyat semua kebutuhan pendidikan sudah terjamin,” katanya.
Melalui program Sekolah Rakyat, Alma mendapatkan berbagai fasilitas penunjang pendidikan mulai dari seragam, alat tulis, laptop, hingga kebutuhan makan dan asrama secara gratis. Fasilitas tersebut membuatnya jauh lebih fokus dalam belajar tanpa harus membebani orang tua.
“Di sini kami diberikan fasilitas yang sangat membantu untuk belajar. Semuanya sudah tersedia sehingga orang tua tidak perlu lagi memikirkan kebutuhan saya selama sekolah,” jelasnya.
Selain fasilitas fisik, Alma merasakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter. Para guru di Sekolah Rakyat tidak hanya mengajarkan pelajaran akademik, tetapi juga menanamkan nilai etika dan semangat perjuangan hidup.
“Guru-guru di sini tidak hanya mengajarkan ilmu akademis, tapi juga mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang baik dan bermanfaat,” ungkap Alma.
Kehidupan berasrama di Sekolah Rakyat turut membentuk kedisiplinan dan kemandirian para siswa. Meski harus jauh dari keluarga dan hidup tanpa penggunaan handphone sehari-hari, Alma mengaku memetik banyak pelajaran hidup berharga selama hampir 10 bulan menjalani pendidikan.
“Saya jadi lebih suka membaca dan lebih fokus belajar. Di sini saya belajar tentang perjuangan dan bagaimana menjadikan hidup lebih bermakna,” ujarnya.
Kini, Alma memiliki mimpi besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Ia bercita-cita menjadi dosen sekaligus reporter agar dapat membahagiakan serta mengangkat derajat keluarganya di masa depan.
“Sekolah Rakyat memberikan harapan baru dan mimpi baru untuk kami agar bisa terus sekolah dan berani bermimpi,” tutur Alma.
Program Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu, agar memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.










