TVRINews, Banyuwangi
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diharapkan menjadi penggerak perekonomian desa melalui pengembangan usaha masyarakat, pemangkasan rantai distribusi, serta peningkatan kesejahteraan warga. Di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sejumlah desa menantikan operasional koperasi agar potensi ekonomi lokal dapat dikelola secara optimal. Salah satunya adalah Desa Kedung Asri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Desa Kedung Asri, Sunaryo, menilai koperasi memiliki peluang besar untuk mengembangkan potensi pertanian, perkebunan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya.
Desa Kedung Asri memiliki luas wilayah sekitar 1.300 hektare. Dari jumlah tersebut, 500 hektare merupakan kawasan permukiman dan perkebunan, sedangkan 800 hektare lainnya berupa lahan pertanian produktif.
Menurut Sunaryo, potensi wilayah tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama antara koperasi dan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari kelompok tani hutan, kelompok pertanian, hingga pelaku UMKM.
"Harapan kami sangat besar terkait Koperasi Desa Merah Putih ini, karena potensi wilayah kami luar biasa dan komunitas di desa juga banyak sehingga diharapkan dapat bersinergi untuk kesejahteraan warga,"ujar Kades Sunaryo dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 29 Oktober 2026.
Saat ini, anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kedung Asri tercatat sebanyak 20 orang. Meski demikian, Sunaryo optimistis jumlah anggota akan bertambah seiring beroperasinya koperasi dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Ia menyebutkan, Desa Kedung Asri memiliki sekitar 3.000 kepala keluarga atau 7.000 jiwa yang berpotensi menjadi anggota koperasi.
Sunaryo juga menyatakan kesiapan desanya untuk segera mengoperasikan KDMP. Sarana dan prasarana koperasi telah tersedia dan melalui tahapan verifikasi dan validasi. Selain gedung serta fasilitas penunjang, koperasi tersebut juga telah mendapatkan penempatan manajer untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan usaha.
"Kehadiran manajer ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan dan pengembangan usaha koperasi,"jelasnya.
Sementara itu, kesiapan operasional juga ditunjukkan KDMP Benculuk di Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi.
Ketua KDMP Benculuk, Muhammad, menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia, antara lain truk, kendaraan roda tiga, kamera pengawas atau CCTV, serta pendingin ruangan (AC).
Kehadiran manajer juga diharapkan dapat membantu mempercepat operasional koperasi. Namun, KDMP Benculuk masih menghadapi kendala karena proses verifikasi dan validasi terhadap bangunan, sarana, prasarana, serta kelengkapan koperasi belum seluruhnya selesai.
Muhammad berharap proses verifikasi dan validasi dapat mencakup pemeriksaan teknis bangunan beserta seluruh fasilitas agar sesuai dengan perencanaan.
Di tengah kendala tersebut, para pengurus tetap bersemangat untuk segera menjalankan koperasi dan menunjukkan manfaatnya kepada masyarakat. Mereka bahkan menjalankan persiapan secara swadaya tanpa menerima gaji dan mengandalkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebagai bagian dari harapan pengembangan koperasi.
"Harapan kami adalah segera dilakukan pengoperasian KDMP Benculuk agar kami bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa program negara ini baik," tegasnya.
Operasional KDKMP di kedua desa tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan usaha masyarakat, memperkuat pemasaran hasil pertanian dan produk lokal, serta meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengelolaan ekonomi desa yang lebih terintegrasi.










