TVRINews, Sleman
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melepas 3.030 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk mengikuti program magang dan bekerja di luar negeri. Pelepasan tersebut berlangsung di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis, 29 Oktober 2026.
Program ini menjadi salah satu upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memperluas akses kerja bagi lulusan pendidikan vokasi ke pasar kerja internasional. Melalui program tersebut, para lulusan diharapkan dapat memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, serta memahami kebutuhan industri global.
Dalam kegiatan pelepasan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi DIY, Abdul Mu’ti memberikan motivasi kepada para lulusan agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan, baik sebagai pekerja maupun wirausahawan.
Ia menegaskan, keterampilan dan profesionalisme perlu diimbangi dengan integritas, kedisiplinan, mentalitas yang kuat, serta kepribadian yang baik. Menurutnya, faktor-faktor tersebut menjadi bekal penting untuk meraih kesuksesan di dunia kerja.
“Kemampuan dan profesionalisme yang kalian miliki adalah bekal untuk bekerja, tetapi kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan. Mentalitas dan integritas menjadi hal yang utama. Tekad yang kuat akan membantu kalian meraih keberhasilan di mana pun berada. Saya berpesan agar kalian selalu memberikan yang terbaik, menjaga nama baik bangsa, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara,”kata Mu’ti dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 29 Oktober 2026.
Sementara itu, Gubernur DIY yang diwakili Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, mengapresiasi pemberangkatan ribuan lulusan SMK dan LKP tersebut. Ia menilai pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang mandiri, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan dunia kerja.
Noviar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan dunia industri untuk memastikan lulusan mendapatkan kesempatan kerja sekaligus perlindungan yang memadai.
“Sinergi pemerintah, sekolah, dan dunia industri perlu terus diperkuat agar setiap keterampilan memperoleh kesempatan, setiap usaha mendapatkan pendampingan, dan setiap pekerja mendapat perlindungan. Ingatlah, keterampilan membuka pintu kesempatan, tetapi integritas kalian yang menjaga kepercayaan. Profesionalisme menghadirkan penghargaan, sedangkan keluhuran budi meninggalkan keteladanan,”kata Noviar.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin menjelaskan, sebanyak 3.030 lulusan yang diberangkatkan terdiri atas 1.530 lulusan dari 231 SMK dan 1.500 lulusan dari 17 LKP di berbagai wilayah Indonesia.
Para lulusan tersebut telah menyelesaikan pendidikan sesuai bidang keahlian masing-masing dan lolos seleksi untuk mengikuti program magang maupun bekerja di luar negeri. Negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Turki, serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Tatang menyebut keberhasilan program penempatan tenaga kerja internasional tersebut tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah, satuan pendidikan, dunia industri, dan mitra penempatan.
“Keberhasilan program penempatan global ini terwujud berkat sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, dunia industri, serta mitra penempatan. Melalui kesempatan ini, para alumni SMK dan LKP diharapkan dapat bekerja dan magang dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik, dan terus mengasah keterampilan demi masa depan yang lebih gemilang,”ungkap Dirjen Tatang.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan jaket kerja lapangan secara simbolis oleh Abdul Mu’ti kepada delapan perwakilan lulusan SMK dan LKP yang akan berangkat ke luar negeri.
Selain membuka peluang kerja internasional, program tersebut merupakan bagian dari upaya menyelaraskan pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja global. Pemerintah juga mendorong perluasan akses informasi, pelatihan, dan pendampingan bagi calon pekerja migran Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan pameran kewirausahaan yang menampilkan berbagai produk unggulan karya SMK di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pameran ini menjadi salah satu bentuk pengenalan hasil kreativitas dan keterampilan peserta didik dalam mendukung pengembangan kewirausahaan lulusan pendidikan vokasi.










