TVRINews, Jakarta
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN terus memperkuat pengembangan ekosistem layanan pengasuhan anak melalui program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak). Program ini dihadirkan untuk mendorong tersedianya layanan daycare yang aman, berkualitas, dan mendukung produktivitas keluarga pekerja.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 3.366 Tempat Penitipan Anak (TPA) di seluruh Indonesia telah mengikuti Program TAMASYA. Layanan tersebut terdiri dari daycare milik swasta, pemerintah, mandiri, hingga perusahaan.
Penguatan program terus dilakukan melalui persiapan peluncuran TAMASYA Goes to Industry yang dibahas dalam kegiatan rapat virtual atau Zoom Meeting.
Melalui program tersebut, BKKBN mendorong kehadiran fasilitas daycare di kawasan industri dan lingkungan kerja sebagai bentuk dukungan terhadap keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga, khususnya bagi pekerja perempuan.
Program ini juga melibatkan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agar layanan daycare tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga mampu mendukung kualitas pengasuhan serta tumbuh kembang anak secara optimal.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menekankan pentingnya menghadirkan daycare yang aman dan berkualitas bagi keluarga pekerja, terutama perempuan yang bekerja di sektor industri.
Menurutnya, penguatan pengawasan terhadap layanan daycare menjadi hal penting agar anak-anak tetap mendapatkan perlindungan dan pengasuhan yang layak selama orang tua bekerja.
“Kita ingin memastikan anak berada di tempat yang aman dan terpercaya,”kata Ratu dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.
Dorongan menghadirkan daycare yang aman dan nyaman juga terus diperkuat di sejumlah kawasan industri, termasuk di Provinsi Banten. Selain menjadi wilayah penyangga ibu kota, Banten saat ini berkembang sebagai salah satu pusat industri nasional dengan tingginya kebutuhan layanan pengasuhan anak, terutama bagi pekerja di sektor padat karya.
Melalui TAMASYA Goes to Industry, pemerintah berharap keberadaan daycare di lingkungan industri tidak hanya menjadi fasilitas pendukung bagi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah keluarga dan anak.










