TVRINews, Mina
Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan pelaksanaan rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi pada fase Mina hingga hari Tasyrik ketiga, Sabtu, 30 Mei 2026, berjalan lancar, tertib, dan terkendali.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha mengatakan, jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani saat ini tengah menyelesaikan rangkaian ibadah dengan melaksanakan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga.
“Alhamdulillah, setelah jemaah melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, serta melaksanakan lontar jumrah pada hari-hari Tasyrik, saat ini sebagian jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani melanjutkan penyempurnaan rangkaian ibadah dengan melaksanakan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga,”ujar Ichsan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia mengapresiasi kedisiplinan jemaah Indonesia yang dinilai patuh terhadap arahan petugas dan mengikuti jadwal pergerakan menuju Jamarat sesuai ketentuan. Menurutnya, ketertiban jemaah menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran selama fase Mina berlangsung.
Pada hari Tasyrik ketiga, jemaah yang mengambil Nafar Tsani melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah untuk melaksanakan lontar sesuai jadwal kloter dan tidak melakukannya di luar waktu yang telah ditentukan.
“Kami mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani agar segera menuntaskan rangkaian lontar jumrah sesuai jadwal, kemudian kembali ke tenda masing-masing di Mina untuk bersiap mengikuti proses pergerakan menuju Makkah,”jelasnya.
Menurutnya, pengaturan jadwal tersebut penting guna memastikan proses pemulangan jemaah dari Mina menuju Makkah berlangsung tertib dan menghindari kepadatan jalur mobilisasi.
Untuk mendukung kelancaran layanan selama fase Mina, Kementerian Haji dan Umrah menyiagakan sebanyak 1.356 Petugas Satgas Mina yang ditempatkan di sejumlah titik strategis. Pos pantau berada di antaranya di Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gerbang terowongan Muaisim Turki, hingga sejumlah jalur menuju Jamarat.
“Pos-pos tersebut bertugas mengarahkan jemaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko,”tegasnya.
Sejak Sabtu pagi waktu Arab Saudi, jemaah Nafar Tsani mulai diberangkatkan dari Mina menuju hotel masing-masing di Makkah. Namun demikian, lalu lintas menuju hotel diperkirakan masih padat dan memungkinkan adanya pengalihan jalur kendaraan.
“Kami mengimbau jemaah tetap sabar dan tenang selama perjalanan menuju hotel. Kami mengupayakan jemaah dapat diturunkan di depan hotel. Namun, apabila tidak memungkinkan karena adanya penutupan jalan, bus akan menurunkan jemaah di lokasi terdekat dengan hotel. Kami mohon pengertian dan dukungan jemaah,”ucapnya.
Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan mengingat cuaca di Mina masih cukup panas pada siang hari. Jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, menggunakan pelindung kepala saat berada di luar tenda, dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak diperlukan.
Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
“Kami kembali mengajak seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kekompakan, saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi bagian penting dalam mewujudkan ibadah haji yang aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,”pungkasnya.










